Jumat, 01 Juli 2016
Senin, 27 Juni 2016
Perkembangan Psikososial pada anak
Perkembangan Psikososial Pada Anak
Usia Menengah
1. Perkembangan Konsep Diri : Sistem
Representasi
Sekitar
usia 7 atau 8 tahun, anak mencapai tingkat perkembangan konsep diri. Pada saat
ini, penilaian terhadap diri sendiri menjadi lebih penting, realistis, seimbang
dan komperhensif sebagaimana anak membentuk sistem representasi secara luas,
konsep diri yang inklusif yang mengintregasikan beragam aspek dari diri (Harter, 1993, 1996, 1998).
2. Harga Diri
Menurut
Erikson (1982), Faktor utama yang menentukan harga diri adalah pandangan
anak-anak terhadap kapasitasnya untuk kerja produktif. Tahap keempat dari
perkembangan psikososial ini difokuskan pada Industry vs Inferiority(Kerja
keras lawan rendah diri). Pertengahan masa anak adalah waktu anak harus belajar
nilai-nilai keterampilan di dalam kelompok sosialnya.
Kebaikan yang mengikuti hasil keputusan
yang baik pada tingkat ini adalah kompetensi, pandangan diri akan kemampuan
untuk menguasai keterampilan dan menyelesaikan tugas-tugas. Jika anak merasa
tidak memadai jika dibandingkan dengan sebayanya, mereka akan kembali dalam
rengkuhan perlindungan keluarga. Jika sebaliknya, mereka menjadi begitu bekerja
keras, mereka mungkin mengacuhkan hubungan sosial dan menjadi gila kerja.
Orang tua sangat kuat memengaruhi keyakinan
anak terhadap kempetensinya. Dalam orang tua yakin akan kompetensi anak mereka
dalam matematika dan olahraga berasosiasi dengan sangat kuat dengan keyakinan
anak. ( Fredricks&Eccles, 2002).
3.
Perkembangan
Emosional Dan Perilaku Prososial
Begitu
anak tumbuh makin besar, mereka lebih sadar terhadap apa yang dimilikinya dan
perasaan individu lain. Mereka dapat mengatur atau mengontrol dengan baik emosi
dan dapat merespons emosi distres pada orang lain.
Di
usia 7 atau 8 tahun, anak secara khusus peka terhadap perasaan malu dan bangga,
dan mereka memiliki pandangan yang jelas tentang perbedaan antara rasa bersalah
dan malu. (Harris, Olthof, Meerum,
Terwogt, & Hardman, 1987: Olthof, Schouten, Kuiper, Stegge, & Jennekens-Schinkel,
2000). Emosi tersebut memengaruhi pandangan mereka terhadap diri mereka
sendiri(Harter, 1993, 1996).
Di pertengahan masa anak-anak, anak mulai
menyadari aturan-aturan budaya mereka, yang membuat mereka marah, takut, atau
sedih dan bagaimana orang lain bereaksi dalam menampakkan emosi tersebut serta
mereka belajar berlaku sesuai budayanya. Ketika orang tua merespons dengan
ketidaksetujuan atau hukuman, emosi seperti kemarahan dan takut akan menjadi
lebih sering terjadi dan akan merugikan penyesuain sosial anak(Fabes, Leonard, Kupanoff, & Martin,
2001). Atau, anak menjadi suka merahasiakan dan cemas akan perasaan negatif
meungkin akan meningkatkan konflik orang tua-anak(Eisenberg dkk., 1999).
Anak-anak dengan harga diri yang tinggi
cenderung menjadi lebih ingin menjadi relawan untuk membantu mereka yang kurang
beruntung dibandingkan mereka, dan pada gilirannya menjadi relawan membantu
membangun harga diri mereka sendiri(Eisenberg,
Fabes, & Murphy, 1996). Orang tua yang mengetahui perasaan distres
anak-anaknya dan membantu mereka focus pada penyelesain akar masalah memupuk
empati, perkembangan prososial, dan keterampilan sosial(Bryant, 1987; Eisenberg dkk., 1996).
Anak
Dalam Keluarga
Anak di usia sekolah
menghabiskan banyak waktu di luar rumah untuk berkunjung dan bersosialisasi
dengan sebayanya daripada ketika mereka lebih muda. Mereka juga menghabiskan
waktu di sekolah dan belajar serta memperkecil waktu untuk makan bersama
keluarga daripada anak generasi lampau(Juster
dkk., 2004). Tetap saja, rumah dan orang yang tinggal di dalamnya adalah
bagian penting dari kehidupan anak. Penelitian menyatakan bahwa waktu makan
keluarga berhubungan dengan kesehatan dan kesejahteraan anak, baik langsung
maupun tidak langsung.
Untuk memahami anak dalam keluarga, kita
perlu melihat lingkungan keluarga yang merupakan atmosfer dan struktur. Hal ini
pada gilirannya dipengaruhi oleh apa yang terjadi di luar batas tembok rumah.
Sebagaimana prediksi teori Bronfenbrenner, pengaruh lapisan terbesar-termasuk
pekerjaan orang tua dan status sosial ekonomi serta tren yang bersifat sosial
seperti halnya urbanisasi, perubahan jumlah anggota keluarga, perceraian dan
menikah kembali membantu lingkungan keluarga dan selanjutnya, perkembangan
anak.
A. Suasana/Atmosfer Keluarga
Pengaruh
paling penting dari lingkungan keluarga pada perkembangan anak berasal dari
suasana dalam rumah. Salah satu factor kontribusi pada suasana keluarga adalah
apakah atmosfer keluarga mendukung dan mencintai atau penuh dengan konflik.
Faktor kontribusi lainnya pada suasana
keluarga adalah bagaimana orang tua mengatasi apa yang dibutuhkan anak pada
usia sekolah dan kemampuan untuk membuat keputusan mereka sendiri. Masih
tentang aspek lain adalah situasi ekonomi keluarga. Bagaimana orang tua bekerja
berdampak pada kesejahteraan anak? Apakah keluarga memiliki cukup uang untuk
menyediakan keperluan anak?
B. Struktur Keluarga
Struktur
keluarga di Amerika Serikat telah berubah dramatis. Di awal generasi, sebagian
besar anak tumbuh di keluarga dengan kedua orang tua yang menikah. Saat ini,
meskipun 2 dari 3 anak-anak di bawah usia 18 tahun tinggal dengan kedua orang
tua biologisnya, diadopsi, atau dengan orang tua tiri, proporsisinya turun
tajam dari 77% di tahun 1980 menjadi 70% di tahun 2008. Sekitar 10% dari dua
orang tua yang berkeluarga adalah keluarga yang berasal dari percerain atau
menikah kembali dan sekitar 4% adalah keluarga tanpa pernikahan(Kreider&Fields, 2005).
Ketika
Orang Tua Bercerai. Amerika Serikat memiliki tingkat perceraian tertinggi
di dunia. Jumlah perceraian meningkat 3 kali lipat sejak tahun 1960(Harvey&Pauwels 1999). Tapi angka
percerain jumlah rata-rata stabil sekitar 3,5% dari 1000 orang(Munson&Sutton, 2004; Tejada-Vera &
Sutton, 2009). Lebih dari 1 juta anak terlibat dalam perceraian setiap tahunnya(Harvey&Pauwels, 1999).
Tinggal Dalam Keluarga Dengan Salah Satu Orang Tua.
keluarga dengan orang tua merupakan akibat dari percerain atau perpisahan,
keluarga yang tidak menikah atau kematian. Dengan meningkatnya angka perceraian
dan pengasuhan orang tua di luar pernikahan, presentase orang tua tinggal di
Amerika Serikat meningkat dua kali lipat sejak tahun 1970(U.S. Census Bureau, 2008a).
Tinggal dengan Keluarga Tanpa Pernikahan. Keluarga
tanpa pernikahan memiliki cara-cara yang sama dengan keluarga yang menikah,
tapi orang tua cenderung lebih memiliki keluarga(Mather, 2010). Secara tradisional mereka cenderung kurang memiliki
masalah kesehatan mental.
Tinggal dengan Keluarga Tiri. Kebanyakan
orang tua yang bercerai akhirnya menikah kembali, dan banyak ibu yang tidak
menikah, menikahi laki-laki yang bukan ayah biologis ank-anaknya(Amato, 2005), selanjutnya, membentuk
keluarga tiri atau campuran. 15% anak di Amerika Serikat tinggal dalam keluarga
campur(Kreider&Fields, 2005).
Tinggal dengan Keluarga Gay atau
Lesbian. Diperkirakan sekitar 9 juta anak dan remaja di
Amerika Serikat tinggal dengan orang tua setidaknya salah satunya gay atau
lesbian. Beberapa gay dan lesbian membesarkan anak-anaknya yang lahir dari
hubungan heteroseksual sebelumnya. Cara kehamilan yang lain yaitu menggunakan
ibu pengganti atau mengadopsi anak(Pawelski
dkk., 2006: Perrin and AAP Committee on Psychosocial ASpek of Child And Family
Health, 2007).
Keluarga Adopsi. Adopsi
ditemukan di semua budaya sepanjang sejarah. Tidak hanya untuk individu yang
tidak subur, individu yang hidup sendiri, individu yang lebih tua, pasangan gay
dan lesbian, serta individu yang secara biologis siap untuk memiliki anak dan
siap menjadi Orang Tua adopsi.
Makna Ideologi
Pengertian dan Makna Ideologi bagi
Bangsa dan Negara
1. Pengertian ideologi secara umum dan
makna ideologi bagi suatu Negara
Secara
Etimologi : Ideologi berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua
kata, yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos berarti ilmu. Jadi
menurut kami, bila digabungkan dari dua kata tersebut artinya menjadi ilmu yang berpedoman pada
gagasan.
Secara
Substansial, Definisi ideologi adalah pedoman normatif yang dipakai oleh
seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nilai dasar dan keyakinan yang
dijunjung tinggi. Maksudnya pedoman yang menjadi acuan bagi suatu kelompok
dalam menjalankan aktifitasnya untuk menuju tujuan yang diinginkannya.
Pengertian
secara umum, Ideologi adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan
yang menyeluruh dan sistematis yang berorientasi pada tingkah laku seseorang
dalam berbagai bidang kehidupan, diantaranya bidang kehidupan politik, hukum,
pertahanan, dan keamanan, sosial budaya serta dalam bidang keagamaan. Jadi,
maksudnya itu sebuah pemikiran yang total tentang prilaku dalam segala bidang
kehidupan.
Makna
Ideologi bagi suatu Bangsa/Negara adalah sesuatu yang memiliki fungsi sebagai
pandangan hidup dan sebagai petunjuk arah semua dalam kehidupan serta penghidupan
bangsa di berbagai aspek-aspek atau bidang dalam kehidupan masyarakat, bangsa
dan Negara.
2. Pengertian macam-macam Ideologi.
(Terbuka, Tertutup, Komperhensif, Partikular)
a.
Pengertian
Ideologi Terbuka
Nilai-nilai dan cita-cita digali dari
kekayaan adat istiadat, budaya, dan relegius masyarakatnya. Ciri khas dari Ideologi
terbuka adalah menerima adanya reformasi. Maksud dari Ideologi ini menurut kami
adalah : Ideologi yang muncul dari kekayaan Negara tersebut dan masyarakatnya
selalu menerima setiap diadakannya sebuah reformasi.
b.
Pengertian
Ideologi Tertutup
Nilai-nilai dan cita-cita dihasilkan
dari pemikiran individu atau kelompok yang berkuasa dan masyarakat berkorban
demi ideologinya. Ciri khas dari Ideologi tertutup adalah menolak reformasi.
Maksud dari Ideologi ini menurut kami
adalah : Masyarakatnya sangat tertutup sekali dengan hal-hal baru dan sangat
menjaga sekali budaya ataupun kekayaan yang dimiliki oleh negaranya sehingga
menolak jika ada perubahan(reformasi) untuk menuju arah yang lebih baik lagi.
Masyarakatnya siap berkoban agar jangan sampai terjadi reformasi di negaranya.
c.
Pengertian Ideologi Komperhensif
Mengakomodasikan nilai-nilai dan
cita-cita yang bersifat menyeluruh tanpa berpihak pada golongan tertentu atau
melakukan reformasi sosial secara besar-besaran menuju bentuk tertentu.
Maksud Ideologi ini menurut kami adalah
: Nilai-nilai yang ada di ideology ini harus dilakukan/dijalankan tanpa
mengenal golongan dengan tidak berpihak pada golongan tertentu dan melakukan
reformasi dengan besar-besaran, tidak setengah-setengah.
d.
Pengertian
Ideologi Partikular
Nilai-nilai dan cita-cita merupakan
suatu keyakinan-keyakinan yang tersusun secara sistematis dan berkaitan erat
dengan kepentingan kelas sosial tertentu.
Maksud dari Ideologi ini menurut kami :
Nilai-nilai tersebut memang tersusun dengan baik, hanya saja dalam penerapannya
masih ada keberpihakan kepada kelas-kelas sosial masyarakat tertentu sehingga
tidak ada pemerataan dalam penerapannya.
3. Peranan Ideologi bagi Bangsa dan Negara
A.
Bagi
Bangsa
1. Segala
macam bentuk pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah harus didasari pada
hakikat manusia sebagai “monopluralis” yang meliputi susunan kodrat manusia,
jiwa dan raga, sifat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial serta
kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan sebagai
makhluk tuhan Yang Maha Esa.
2. Dalam
bidang politik, Negara harus mendasarkan pada kekuasaan yang bersumber pada
penjelmaan hakikat manusia sebagai individu(makhluk sosial) yang terjelma
sebagai masyarakat. Dalam pengertian lain pengembangan politik harus
mendasarkan diri pada moralitas seperti yang tertuang dalam pancasila.
3. Dalam
bidang ekonomi, pemerintah harus terus mendorong sistem perekonomian Indonesia
yang mendasarkan diri pada moralitas humanistic berbasis ekonomi yang
berkemanusiaan. (ekonomi kerakyatan), yang tidak hanya mendasarkan pada
mengejar pertumbuhan saja melainkan juga mendasarkan atas kekeluargaan seluruh
bangsa.
4. Pengembangan
IPTEK harus mendasarkan pada sila pertama yang coba mengimplementasikan ilmu
pengetahuan, mencipta, serta perimbangan antara rasional dan tidak rasional,
antara akal, rasa dan kehendak. Jadi pengembangan IPTEK tidak hanya memikirkan
apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangkan
maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia dan lingkungan. Tidak hanya itu,
pengembangan IPTEK juga harus beradab karena IPTEK adalah hasil budaya manusia
yang beradab dan bermoral.
B.
Bagi
Pemerintah(Negara)
a. Dalam
bidang sosial budaya, masyarakat mendasarkan ke lokalitasannya sebagai bagian
terintegrasi dengan Pancasila. Hal ini harus berkesesuaian dengan etika
pancasila yang bersifat humanistic. Artinya nilai-nilai Pancasila mendasarkan
pada nilai yang bersumber pada harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang
berbudaya. Pancasila harus dijadikan sumber normatif bagi peningkatan
humanisasi dalam bidang sosial budaya.
b. Dalam
kehidupan beragama, masyarakat mengembangkan suatu suasana bermasyarakat ke
arah terciptanya kehidupan bersama yang penuh toleransi dan saling menghargai.
Agar konflik-konflik yang berdasar pada agama dapat diredam dengan baik.
PENINDASAN
Agresi
dan Penindasan
Anak laki-laki
cenderung bertindak agresi langsung dan anak perempuan cenderung lebih agresif
dalam hal agresi tidak langsung atau sosial.
Tipe-tipe
Agresi dan Pengolahan Informasi Sosial
Apa yang membuat anak
agresif ? Salah satu jawabannya mungkin bersandar pada cara mereka mengolah
informasi sosial. Fitur sosial apa yang terjadi di lingkungan yang diperhatikan
oleh anak-anak dan bagaimana mereka menginterprestasikan apa yang mereka
peroleh.
Instrumental atau
proaktif, aggresor memandang kekuatan dan paksaan sebagai cara yang efektif
untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Mereka bertindak dengan sengaja tidak
mengeluarkan amarah. Dalam istilah pembelajaran sosial, mereka agresif karena
mereka mengharapkan mendapat imbalan dari apa yang mereka lakukan, dan ketika
mereka mendapatkannya, mereka percaya bahwa agresi yang dilakukannya efektif.
Sebaliknya, anak lain yang tidak sengaja bertabrakan dalam antrean mungkin
balik mendorong dengan kemarahan, berasumsi bahwa anak lain menabrak dengan
tujuan. Hal ini adalah reaksi agresi bermusuhan. Seperti yang sering anak
miliki, bias atribusi permusuhan : mereka melihat anak lain mencoba menyakiti
mereka, dan melawan dalam bentuk pembalasan atau mempertahankan diri.
Apakah
Media Elektronik Memicu Sikap Agresi ?
Baik televise, film,
video game, telepon seluler, dan komputer memegang peranan besar pada kegiatan
anak sehari-hari, hal yang kritis untuk memahami dampak media massa pada
perilaku anak-anak. Anak-anak menghabiskan banyak waktu untuk menonton media
hiburan daripada melakukan aktivitas selain sekolah dan tidur.
Televisi menyajikan
kekerasan, biasanya hal yang glamor, kejayaan atau disepelekan. Tambahan selama
24 jam stasiun berita yang menyajikan secara terus menerus bencana alam dan
aksi-aksi kekerasan. Video musik menyajikan hal yang tidak proporsional tentang
kekerassan pada perempuan dan orang kulit hitam. Industri film, musik dan video
game secara agresif merupakan pasar kekerasan, sajian untuk orang dewasa
diberikan pada anak-anak.
Karena waktu yang
dihabiskan secara signifilkan oleh anak lebih banyak oleh media, apa yang
mereka lihat akan menjadi contoh peran dan sumber informasi bagaimana individu
berprilaku. Disajikan di televise dan video game hubungan sebab akibat dari
kekerasan media dan perilaku kekerasan dari sudut pandang penonton.
Anak percaya bahwa
mereka dipengaruhi oleh pengamatan mereka terhadap perilaku. Media menyediakan
pertunjukkan yang mengerikan tanpa mengindahkan kerugian dan menuntun anak-anak
untuk menerima kekerasan sebagai hal yang biasa. Anak yang melihat karakter
yang menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuan mereka menyimpulkan bahwa
kekerasan adalah cara efektif untuk memecahkan masalah. Pertunjukan berulang
kali dapat membuat anak mudah terpengaruh.
Anak-anak lebih rentan
dibanding orang dewasa dalam menghadapi pengaruh kekerasan di televise.
Penelitian belajar sosial klasik menyatakan bahwa anak akan mengimitasi
model-model dalam film lebih daripada melihat langsung.
Penelitian tentang
dampak video games dan internet menyatakan bahwa peningkatan perilaku kekerasan
jangka panjang lebih banyak dipengaruhi oleh video games daripada TV dan film.
Pemain dari permainan kekerasan secara aktif adalah partisipan yang menerima
penguatan positif untuk aksi kekerasan.
Gangguan
Tingkah Laku yang Menganggu
Temper tantrum(pemarah)
dan penyimpangan, argumentative, bermusuhan, atau perilaku menganggu lainnya.
Umumnya terjadi di usia sekitar 4-5 tahun umumnya melampaui pertengahan masa
anak-anak saat anak semakin baik dalam mengontrol perilaku tersebut. Pola-pola
perilaku tersebut bbertahan hingga usia 8 tahun, anak-anak didiagnosis dengan
oppositional defiant disorder, bentuk-bentuk dari penentangan, ketidakpatuhan,
dan permusuhan terhadap otoritas orang dewasa, setidaknya selama 6 bulan dan
menjadi di luar batas kehormatan perilaku anak. Anak-anak dengan ODD terus
menerus bertengkar, adu argument, kehilangan kendali marah, merebut sesuatu,
menyalahkan yang lain, dan penuh marah serta penuh kebencian.
Beberapa anak yang
menderita ODD juga memiliki conduct disorder (CD), gangguan perilaku, bentuk
yang menetap, berulang, dimulai di usia awal mereka, agresif, sikap antisocial,
seperti membolos, membakar, krbiasaan berbohong, bertengkar, menindas, mencuri,
suka merusak, menyerang, dan penggunaan obat-obatan serta alcohol.
Fobia
Sekolah dan Gangguan Kecemasan Lain
Anak-anak dengan fobia
sekolah memiliki ketakutan yang tidak realistis untuk bersekolah. Beberapa anak
memiliki alasan realistis aka ketakutan bersekolah guru sarkastik, pekerjaan
rumah yang menumpuk atau menghindari penindasan. Fobia sekolah yang
sesungguhnya adalah bentuk gangguan kecemasan untuk berpisah, sebuah kondisi
yang melibatkan kecemasan yang berlebihan setidaknya untuk 4 minggu karena perpisahan dari rumah atau
individu tempat anak memiliki kelekatan. Walaupun kecemasan untuk berpisah
adalah normal ketika masa infancy, ketika hal ini menetap di anak yang usianya
lebih tua , hal ini perlu diperhatikan.
Kadang fobia sekolah
juga merupakan bentuk fobia sosial atau kecemasan sosial. Ketakutan yang
berlebihan dan menghindari situasi sosial seperti bicara di kelas atau bertemu
kenalan di jalan. Fobia sosial berdampak pada 5% anak hal ini terjadidalam
keluarga, sehingga ada komponen genetis di dalamnya. Sering kali fobia tersebut
dipicu oleh pengalaman traumatis, seperti pikiran anak-anak disebut namanya di
kelas.
Beberapa anak memiliki
gangguan kecemasan umum, tidak terpaku pada bagian spesifik kehidupan mereka.
Anak tersebut khawatir akan segalanya : kelulusan sekolah, badai, gempa bumi
dan melukai diri mereka sendiri ketika bermain di arena bermain.
Depresi
Masa Anak
Depresi pada masa anak
adalah gangguan suasana hati yang terjadi melebihi kenormalan, kesedihan
sementara. Depresi diperkirakan terjadi sekitar 2% pada anak prasekolah dan
meningkat sebanyak 2,8% pada anak dibawah usia 13 tahun. Gejalanya termasuk
ketidakmampuan untuk bersenang-senang atau berkonsentrasi, sakit pinggang,
aktivitas yang ekstrem atau apatis, menangis, masalah tidur, perubahan berat
badan, keluhan fisik, perasaan tidak berguna, merasa tidak memiliki teman, atau
pikiran tentang kematian atau bunuh diri yang sering muncul.
Penyebab utama depresi
anak belum diketahui, tapi anak yang depresi cenderung berasal dari keluarga
dengan pola pengasuhan penuh tekanan, kecemasan, kemampuan melecehkan atau
perilaku antisocial. Situasi dalam keluarga meningkatkan resiko depresi pada
anak-anak
Teknik
Penanganan
Perawatan psikologis
untuk gangguan emosi dapat menggunakan beberapa bentuk. Dalam psikoterapi individual,
terapis melihat anak satu per satu. Membantu anak mendapatkan pemahaman diri
dalam kepribadiannya dan dalam relasi serta menginterprestasikan perasaan dan
perilaku. Perawatan seperti ini dapat membantu melewati saat-saat stress,
seperti kematian orang tua atau perceraian orang tua, bahkan ketika anak tidak
menunjukkan tanda-tanda terganggu. Psikoterapi anak biasanya lebih efektif
ketika dikombinasikan dengan konseling orang tua.
Dalam terapi keluarga,
terapis melihat keluarga secara bersama-sama, mengobservasi bagaimana anggota
berinteraksi dan menunjukkan pertumbuhan keduanya baik pertumbuhan yang
menghasilkan atau pertumbuhan yang menghalangi atau yang merusak fungsi
keluarga.
Terapi
perilaku atau modifikasi perilaku adalah bentuk psikoterapi yang menggunakan
prinsip teori belajar untuk mengurangi perilaku yang tidak diinginkan atau
mengembangkan perilaku yang diinginkan
Sabtu, 25 Juni 2016
TOPSKOR INDONESIA
SIAP-SIAP JADI “BINTANG TAMU”
Pemain TopSkor Indonesia dituntut
untuk selalu serius menjalani latihan
Untuk sekian kalinya,
beberapa pemain datang terlambat. Latihan TopSkor Indonesia yang didukung Corsa
dan Indosat Ooredoo, dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WIB pun tak sesuai
ketetapan. Karena pemain hanya berjumlah 15 orang saja atau minus dua pemain, game internernal akhirnya hanya
dijalankan di seperempat lapangan.
Saat latihan
berlangsung, sejumlah pemain bahkan terlihat kurang serius. Suasana latihan
yang selalu diusahakan seperti pertandingan, tak terlihat. Pemain seperti
kehilangan motivasi bersaing. Berlatih dengan ala kadarnya sebagaimana diperintah.
Sebelumnya, saat
latihan masih diikuti 40 pemain, setiap pemain seperti berlatih 101 kemampuan yang
ia miliki. Total dan habis-habisan.
Kondisi ini pun membuat
ansori gregetan, tetapi karena tak ingin merusak psikologi pemain, ia tak
mengeraskan suaranya dengan lantang. Ia hanya bersikap dengan melakukan
pergantian dan sedikit arahan. Padahal tatapan matanya, berisi kegelisahan.
“dalam kondisi yang
seperti ini, pemain yang tak sungguh-sungguh mungkin hanya sebagai bintang
tamu.” Ucap Ansori. Bintang tamu yang dimaksud ialah pemain tetap berangkat ke
Gothia Cup 2016, tetapi tak akan mendapat jam tampil yang banyak.
Pelatih yang pernah
mengantar ASIOP Apacinti menjadi Runner
Up Gothia Cup 2013 ini pun menyayangkan hal ini. menurutnya, pemain harus
benar-benar memanfaatkan kesempatan tampil di luar negeri sebagai bekal di masa
depan.
Bermimpi dipanggil pencari
bakat mungkin berlebihan, tetapi bisa mengharumkan nama bangsa di kancah dunia
bukan tak mungkin. Sebagai pelatih, Ansori akan berjuang memberikan yang
terbaik agar tim yang ia pimpin bisa menembus persaingan 138 tim peserta
kategori boys 13.
“Semoga pekerjaan rumah
yang saya berikan pada mereka setiap pekannya dijalankan dengan baik. Semua ini
buat pemain dan masa depannya. Pemain yang besar selalu lahir dari kerja keras
dan kesungguhan dengan tambahan latihan sejak masih usia dini,” ucap Ansori.
Apa yang tampak dalam
beberapa kali latihan Tim TopSkor Indonesia juga diakui salah satu penonton di
Lingkungan Rindam Jaya. Menurutnya, pemain seperti kehilangan motivasi. “Tidak
seperti saat melakukan seleksi. Menggebu sekali latihannya,” ucap penonton tersebut.
Selama satu bulan waktu
tersisa, di potong libur Hari Raya Idul Fitri, motivasi pemain diharapkan
meningkat kembali. Muhammad Uchida Sudirman, Jovanni Renaldi, Rizky Althaf
Indie, Andre Oktaviansyah, juga Erza Brista setidaknya bisa jadi panutan , lantaran
selalu menjaga sikap serius dalam latihan.
Skuat
TopSkor Indonesia
Kiper
: Dimas
Maulana, Muhammad Wisnu.
Belakang
: Muhammad
Uchida Sudirman, Tedi Supriadi, Roni Cahwala, Aji Fajri, Erza Bristha Bathara,
Syukran Arabian Samual.
Tengah
: Jovanni
Rezaldi, Ghatfan Hisyam Jauhari, Rizky Altaf Indie, Nestor Agung Pambudi, Andre
Oktaviansyah, Nadhif Girasta.
Depan
: Muhammad
Pandu, Rendy Juliansyah, Surya Darma Putra.
Di sisa waktu yang ada
ini seharusnya bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan dengan sebaik mungkin untuk
benar-benar melakukan persiapan. Baik fisik, tehnik, taktik, mental dll. Agar
permainan yang diinginkan serta target yang dicanangkan bisa diraih serta
menjadi kebanggan bagi bangsa Indonesia.
Bila usaha dengan
keras, pantang menyerah, disiplin serta memiliki semangat yang memabara maka
prestasi bisa didapatkan. Hasil tak akan menghianati proses. Terus berjuang
demi mengharumkan nama baik Indonesia di kancah dunia internasional. !!!!!
SEMANGAT ADIK-ADIK
Jumat, 03 Juni 2016
Jalan-Jalan
ke Museum
Terlepas dari gagalnya
ke perpus sabtu yang lalu, saya langsung menuju ke TMII menuju museum. Sampai museum
saya dan kawan-kawan sudah siang sekali. Di pertengahan perjalanan saya sempat
ke stop polisi iseng yang menanyakan kelengkapan surat-surat berkendara saya. Sampainya
di museum, sempat kesal juga karena ada kesalah pahaman antara saya dan teman
yang lainnya. Mereka mampir terlebih dahulu kerumahnya farhan untuk makan siang
dan sayang langsung ke Museum terpaksa saya harus menunggu dulu untuk masuk ke
museum.
Sesampainya teman-teman
saya di museum saya bersama teman-teman saya langsung membeli tiket dan masuk
ke museum. Di dalam sana saya langsung meilhat gambar-gambar yang ada.
banyak sekali di sana gambar-gambar mengenai tentang ilmu alamiah serta yang bersangkut paut dengan IPA.
Itulah contoh-contoh gambar yang ada di museum.
Berkunjung
ke Perpustakaan Nasional RI
Beberapa waktu yang
lalu, saya bersama kawan-kawan saya telah sepakat untuk berkunjung ke
perpustakaan Nasional RI di kawasan Salemba Raya. Tepatnya pada tanggal 7 Mei 2016.
Kami sepakat untuk janjian ke perpustakaan dengan ketemu dahulu di Halte depan Universitas
Gunadarma jam 10 pagi. Jam 10 pagi kami berangkat dari kampus di kawasan JL. KH
Noer Ali Kalimalang Bekasi, tidak terasa perjalanan ke sana memakan waktu 1 jam
dikarenakan macet.
Eh pas sampai sana
ternyata perpustakaannya tutup dikarenakan hari kejepit dan akhirnya kami
memutuskan untuk kembali lagi hari senin tangal 9 MEI 2016 dan langsung dari
perpus setelah tutup ke TMII untuk ke museum. Nah pada hari Senin kami
memutuskan untuk kembali lagi dengan berangkat sendiri-sendiri untuk ke
Perpustakaan. Saya sendiri berangkat dari rumah pukul 10.00 sampai sana pukul
11.00.
Kesan saya setelah
sampai sana itu cukup kaget karena baru pertama kali ke sana. Cukup bersih dan
cukup nyaman sekali suasananya di sana. Parkirannya pun cukup luas. Serta tidak
sulit juga parkirannya untuk memarkir motor.
Gambar di atas adalah
suasana di sekitar gedung perpustakaan RI di kawasan JL. Salemba Raya.
Setelah sampai sana,
saya langsung menuju ke gedung C untuk melakukan pendaftaran kartu. Setelah saya
mengisi data melalui komputer serta setelah itu menunggu panggilan di panggil
karena waktu itu lagi waktu istirahat siang. Eh ternyata, setelah saya menunggu
dengan waktu yang cukup lama ternyata jaringannya lagi eror, terpaksa saya
harus kecewa dan menjadwalkan lagi untuk ke perpus mengambil cetakan kartu. Akhirnya
saja memutuskan kembali lagi ke perpus hari senin esoknya untuk mengambil kartu
perpus.
Di atas adalah gambar kartus perpus yang telah dicetak.
Setelah itu saya
langsung menuju lantai atas untuk membaca buku yang diperlukan. Saya membaca
buku ilmu alamiah dasar seperti di bawah ini
Langganan:
Postingan (Atom)






