Jumat, 03 Juni 2016

1.      TIPS MENGENDALIKAN HAWA NAFSU

Setiap Manusia pasti mempunyai hawa nafsu. Hawa nafsu inilah yang terkadang bisa merugikan kita sendiri. Sebagai contoh : Jika kita diberikan Rezeki Oleh Alloh, sudah seharusnya kita bersyukur. Bersyukur di sini bukan sekedar mengcupkan Alhamdulillah, tapi kita bisa menyisihkan harta kita paling tidak 2,5% untuk anak yatim, untuk fakir miskin atau orang yang membutuhkan. Tapi, menurut hawa nafsu lebih baik tidak usah. Lebih baik kita simpan sendiri untuk kita gunakan untuk keperluan lain. Contoh lainnya : Jika kita sedang asik-asik tidur, di sepertiga malam kita di sunnahkan untuk bangun, ambil wudhu, lanjut sholat tahajud. Minta pertolongan kepada Alloh, sebab do’a di sepertiga malam mustajab sekali. Tapi, menurut hawa nafsu lebih baik teruskan tidur mimpi yang indah hehehehe….
 Pria maupun wanita yang belum menikah harus mengetahui bagaimana cara untuk mengendalikan nafsu seksualnya agar terhindar dari berbagai dampak buruk ketidakmampuan menahan nafsu birahi. Banyak yang telah terjerumus dalam kehancuran akibat dari gagal menahan nafsu yang harus ditanggung seumur hidup. Sangat disarankan bagi orang-orang yang sudah cukup umur bersegera untuk menikah sah secara agama dan hukum pemerintah.
Lantas bagaimana caranya agar kita bisa mengendalikan hawa nafsu kita untuk kita pergunakan dengan sebaik-baiknya yakni dengan kita pergunakan untuk memperoleh pahala dengan cara memperbanyak amal soleh kita sehingga bukan kerugian yang kita dapat melainkan keberuntungan ?
Di bawah ini ada beberapa tips untuk mengendalikan hawa nafsu :
1. Hilangkan/Singkirkan Pikiran Kotor
Jangan suka melamun memikirkan yang tidak-tidak dengan lawan jenis. Pikiran yang kotor dapat membangkitkan gairah seksual kita walaupun hanya dengan membayangkan sesuatu. Ubah pikiran yang mulai kotor dengan memikirkan sesuatu yang lain yang lebih penting dan serius.


2. Hindari Menikmati/Melihat Yang Porno dan Vulgar
Jangan sampai kita memiliki materi-materi atau pun berusaha mengakses hal-hal yang cabul, vulgar, porno, dan lain sebagainya seperti membaca cerita panas, melihat gambar telanjang, nonton film porno, dan lain-lain.
3. Batasi Hubungan Dengan Lawan Jenis
Jangan terlalu banyak berkomunikasi dengan lawan jenis kita terutama yang dari penampilan fisik dan gayanya dapat membangungkan nafsu kita untuk memiliki atau sekseder merasakan kehangatan dari dirinya. Terlalu dekat dengan lawan jenis bisa memicu pikiran kotor.
4. Perbanyak Kegiatan Yang Menguras Tenaga dan Waktu
Ikutlah ekstrakurikuler, kursus, bimbingan belajar, les, kelompok olahraga, club bikers, pekerjaan sambilan, pekerjaan tambahan dan lain-lain. Dengan sibuk dengan berbagai aktivitas dapat menyebabkan kita lelah untuk berpikir kotor.
5. Rajin Puasa dan Ibadah
Dengan taat beribadah dan rajin puasa maka otomatis kita akan sangat terlarang untuk melakukan hal yang melanggar kesusilaan. Berpikir kotor saja tidak apalagi melakukan hal-hal yang dilarang agama yang dosa besar apabila dikerjakan.
6. Tidak Pacaran
Pacaran sangat mengundang untuk melakukan kontak fisik baik yang cewek maupun yang cowok, yang mungkin awalnya hanya pegang-pegangan tangan lalu menjadi hubungan fisik yang lebih parah. Sebaiknya jangan pacar-pacaran dulu kalau tujuan kita hanya sekedar iseng-iseng saja.
7. Rajin Bersosialisasi Dengan Teman dan Keluarga
Memiliki hubungan yang sehat dan dekat dengan teman-teman dan keluarga besar kita akan membuat kita bisa meredakan birahi hanya dengan berkomunikasi dengan mereka. Apalagi dengan yang masih anak-anak atau abg pasti lebih sibuk lagi (jenis kelamin sama).
8. Selalu Berpikir Efek Dampak Buruknya
Apabila kita mengetahui keburukan-keburukan dari hubungan seks bebas tanpa ikatan pernikahan maka kita akan merasa takut untuk melakukannya. Lagipula hubungan intim kalau enaknya hanya sebentar saja, penuh resiko, dosanya besar sekali, merusak rumah tangga orang, merusak nasib kita dan orang lain buat apa.

9. Membuat Prinsip
Dengan prinsip hidup yang bersih tidak mau melakukan hal-hal yang memanjakan hawa nafsu akan memperkuat benteng pertahanan kita dalam meredakan syahwat yang ada pada diri kita. Tetap konsisten dalam menjaga prinsip hidup kita jangan mudah terpancing untuk melanggarnya.
10. Main Sendiri (Sangat Tidak Direkomendasikan)
Onani atau masturbasi merupakan jalan pintas terbaik bagi yang tidak bisa menahan nafsu pribadi dengan jalan memberi kepuasan bagi diri sendiri. Cara ini dilarang agama, membuat kecanduan, solusi jangka pendek dan bisa merusak hubungan dengan pasangan yang sah di kemudian hari.

Demikianlah beberapa cara untuk mengendalikan hawa nafsu kita. Semoga saja kita bisa mempraktekannya dengan baik dan benar. Sehingga kita bisa menekan hawa nafsu kita untuk kita pergunakan dengan hal-al baik dengan hal-hal yang bermanfaat buat kita dan sehingga kita tidak mempergunakannya untuk hal-hal yang buruk yang justru akan merugikan untuk kehidupan kita.
Semoga ada manfaatnya ….
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
AL Faqir
Rizky Pahlevi





2.      PENJELASAN QOLBU, RUH, AKAL dan NAFSU
Apa itu Hati (Qolbu) ?
Banyak orang memahami bahwa hati itu adalah segumpal daging dalam diri manusia. Pemahaman ini tidak salah karena didasarkan pada sabda Rosululloh SAW :
Artinya : “Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika buru, maka buruklah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa dia adalah hati(Qolbu).” (HR. Bukhari Muslim)
Namun pemahaman ini adalah pemahaman yang sangat mendasar yang diajarkan oleh Rosululloh SAW kepada umatnya yang pada waktu itu masih kental dengan kejahiliyahan dan tidak mau menerima sesuatu yang sulit dipahami secara akal. Adapun maksudnya adalah agar umatnya mudah mengerti dan tidak timbul banyak pertanyaan yang menjadikannya kembali kepada kemusyrikan dan kekufuran.
Menurut penjelasan K.H. Zainal Abidin Bazul Ashab (Pimpinan Pondok Pesantren Az-Zainiyyah, Nagrog-Sukabumi) bahwa yang digunakan oleh Rosululloh SAW dalam hadist di atas adalah merupakan kepiawaian komunikasi artinya yang dimaksudkan oleh beliau bukanlah hati yang berbentuk segumpal darah itu, akan tetapi tempat atau mahalnya berada tepat di bagian tersebut.
Qolbu adalah sebuah latifah/titik sensor/dimensi ketuhanan yang tidak mempunyai bentuk fisik sebagaimana difahami oleh sebagian kita. Untuk membuktikan bahwa qolbu itu bukanlah daging hati, kita bisa melihat dan menyaksikan seekor ayam atau kambing yang kita potong kemudian kita bedah perutnya maka kita akan menemukan pada hewan tersebut segumpal daging yang disebut daging hati, tapi pernahkah setelah kita cari kemudian kita temukan di dalam perut hewan yang sudah dibedah tersebut ada daging qolbu.
Daging hati yang berbentuk segumpal daging itu dalam bahasa arab disebut “kabid” bukan qolbu. Adapun qolbu menurut Imam Al-Ghozali r.a adalah ruh, akal atau nafsu.

Apa itu Ruh ? Firman Alloh dalam Surat Al-Israa ayat 85 :
Artinya : “dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”
Dalam kitab sirrul asror karya Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dikemukakan sebagai berikut : Mahluk yang pertama kali diciptakan oleh Alloh SWT adalah ruh, ruh siapa ? Ruh Muhammad SAW sebagaimana telah Alloh firmankan dalam hadits qudsi : “Aku ciptakan ruh Muhammad dari cahaya-ku.”
Ruh adalah hakikat Muhammad dan hakikat Muhammad disebut nur. Kenapa disebut nur ? karena bersih dari segala kegelapan. Ruh Muhammad adalah ruh termurni sebagai mahluk pertama dan asal seluruh mahluk, sebagaimana sabda Rosululloh SAW : “aku dari Alloh dan mahluk lain dari aku.”
Dari ruh Muhammad inilah Alloh menciptkan semua ruh di alam lahut (negeri asal setelah 4.000 tahun dari penciptaan ruh Muhammad). Kemudian ruh-ruh tersebut diturunkan ke tempat yang terendah, dimasukkan kepada mahluk yang terendah, yaitu jasad. Jasad sendiri diciptakan Alloh dari bumi yang tersusun dari empat unsure : tanah, air, api dan angin.
Ruh terbagi ke dalam 4 bagian : 1. Ruh AL-Qudsi(Ruh Murni). 2. Ruh Sulthon. 3. Ruh Sairani Rawani(ruh ruhani). 4. Ruh Jismani.
Apa itu Akal ?
Kebanyakan kita mengatakan bahwa akal itu adalah otak, sehingga kalau kita berkata kepada orang lain : “gunakan akalmu”! maka kita akan menunjuk dan mengarahkannya kepada kepala kita sebagai isyarat bahwa tempatnya akal disana. Ketahuilah wahai saudaraku akal bukanlah otak, jadi letak keberadaannya bukan di kepala. Keberadaan akal tidaklah berbentuk secara fisik sehingga tidak dapat dilihat oleh mata. Tapi meskipun demikian, fungsi dan gerakannya dapat dirasakan.
Akal adalah alat untuk berfikir dan memahami ayat-ayat Alloh baik yang kauniyah maupun quraniyah. Tapi berfikir dengan akal tidak seperti berfikir dengan otak, berfikir dengan akal itu akan berujung dengan satu kesimpulan : “Robbana Maa Kholaqta Haadza Baathila” tidak ada sesuatu apapun yang Alloh ciptakan itu sia-sia. Apabila seseorang telah mempergunakan akalnya dalam berfikir dengan baik dan benar maka keimanannya akan semakin mantab dan terus meningkat.
Apa itu Nafsu ?
Nafsu adalah elemen jiwa(unsure ruh) yang berpotensi mendorong pada tabi’at badaniyah/biologis dan mengajak diri pada berbagai amal baik atau buruk. Nafsu itu pula adalah ruh sebagaimana dimaksud dalam firman Alloh surat At-Takwir ayat 7 :
Artinya : “dan apabila ruh-ruh dipertemukan(dengan tubuh).” Nafsu di dalam ayat ini diartikan ruh. Adapun nafsu memiliki tingkatan-tingkatan. Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang dikenal dengan istilah “marotibun nafsi” yaitu terdiri :
1.      Nafsu amaroh
2.      Nafsu lawwamah
3.      Nafsu mulhimah
4.      Nafsu muthmainnah
5.      Nafsu rodhiyah
6.      Nafsu mardhiyah
7.      Nafsu kamilah
QOLBU=RUH=AKAL=NAFSU
Kenapa dikatakan demikian, karena memang benar seperti itu adanya. Mari kita lihat bersama apabila ada di hadapan kita sosok mayat. Apabila saya tanyakan, mayat ini sudah tidak ada apanya : qolbunya, ruhnya, akalnya atau nafsunya. Maka jawabannya : “semuanya.”


3.      UJIAN ADALAH CARA ALLOH MENCINTAI HAMBANYA
Alloh telah menyatakan dengan jelas di dalam Al-Qur’an bahwa DIA tidak akan sekali-sekali menguji hambanya diluar kemampuan hambanya. Alloh mengetahui kita kuat dalam menghadapi ujiannya, oleh karena itu Alloh memberikan ujian itu ke atas diri kita. Di sini kita dapat lihat sayang dan kasihnya Alloh kepada kita sebagai hambanya.
Alloh menguji seseorang bukan karena Alloh benci kepada kita tetapi percayalah Alloh menguji kita karena DIA sangat kasih kepada kita. Cuma kita sebagai hambanya, adakala tidak mampu bertahan dan bersabar dalam menghadapi ujiannya.
Hakikatnya saat ini, saat kita sedang mengecapi bahagia, ada berjuta manusia di luar sana yang sedang dihujani ujian atau dihimpit berbagai derita. Ada di kalangan manusia di luar sana yang saat ini sedang di uji dengan kehilangan orang yang tersayang. Tidak kurang juga ada manusia yang diuji apabila apa yang diingini dan diharapkan tidak terjadi dan diberi. “kenapa aku yang diuji?” “Mengapa aku duiji sebegini beratnya ya ALloh?” Ujian ini sangat berat ya Alloh. AKu tak mampu untuk melewatinya ya Alloh….. mungkin ini adalah antara persoalan dan keluhan yang meniti di bibir atau berlegar di fikiran kita sebagai seorang hamba saat diimpit dengan secebis ujian. Kadangkala tanpa sadar dan niat kita juga terlanjur marah pada DIA karena menghujani kita dengan berbagai ujian.
Tetapi, apabila kita menenangkan diri dan bermuhasabah kembali, ternyata sebenarnya dengan ujian yang diberi kita adalah hamba yang beruntung. Mengata saya katakana begitu? Karena ujian hanyalah diberi oleh Alloh kepada hamba-hambanya yang terpilih. Hamba-hambanya yang dikasihi dan disayangiNya. Sebagai manusia biasa, kita pastinya tidak akan mampu menjangkan bilakah ujian itu akan muncul sewaktu-waktu. Walau bagaimanapun, jika kita mengetahuinya, apalah kudrat kita sebagai seorang hamba yang kerdil lagi penuh dosa untuk menolak ujian-ujian yang bakal menyapa itu.
Jika direnungkan kembali, kita semua pastinya pernah dan akan ditimpa ujian dari yang Maha Esa, tetapi saat ujian itu tiba, mapukah kita menjadi manusia yang bersyukur dengan ujian itu dan memandangnya sebagai hadiah pemberian Alloh ? mungkin hanya sedikit yang dapat melakukannya demikian diantara kita hal seperti itu.
Pada intinya juga kekayaan baik itu meliputi jabatan, tahta, pangkat, harta yang bersifat materi itu bukanlah kenikmatan yang Alloh berikan, melainkan hanya sebuah titipan dan sebuah ujian yang harus kita jga dan jalankan dengan sebaik serta sebenar-benarnya. Seharusnya harta, tahta, pangkat, jabatan yang kita miliki bisa kita manfaatkan untuk memperbanyak amal soleh kita untuk menghadapi kehidupan di akhirat kelak. Karena tidak sedikit diantara kita yang tidak bisa memanfaatkan itu dengan baik dan benar. Contohnya seperti para koruptor, diberikan kelebihan harta, diberikan jabatan, diberikan tahta yang tinggi tapi tidak dipergunakan dengan baik yang ada hanya dipergunakan dengan hal yang tidak baik yakni melakukan tindak pidana korupsi. Hal seperti ini hanya merugikan, baik buat Negara maupun dirinya sendiri.
Seharusnya jabatan, tahta, harta bisa kita pergunakan dengan baik. Contohnya jadi seorang kepala daerah, jadilah kepala daerah yang baik yang tidak menyusahkan rakyatnya, membuat keptusan yang bisa berdampak positif buat rakyatnya, tidak bertindak seenaknya aja serta selalu memperhatikan kondisi rakyatnya.
Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum tersebut merubahnya. Demikianlah bunyi arti dari salah satu firman Alloh dalam AL Qur’an. Kalau kita melihat dan membaca hadist ini sudah jelas bahwa kita hidup di dunia ini tidak lepas dari ujian. Kita mau masuk surga pasti akan diuji dulu oleh Alloh. Sebagai contoh : kita diwajibkan Sholat 5 waktu. Sangking wajibnya kalau kita tidak bisa melakukannya dengan berdiri ya dengan duduk, gabisa dengan duduk ya dengan berbaring, gabisa berbaring ya dengan isyarat, gabisa dengan isyarat ya dengan hati. Inilah salah satu bentuk ujian yakni lebih tepatnya ujiannkeimanan.
Memang menghadapi ujian tidaklah mudah, bahkan tidak sedikit orang untuk menghadapi ujian tersebut sampai menghalalkan segala cara. Yang halal tetap dihalalin dan yang haram di halalin. Inilah salah satu keselahan yang sering di kalangan masyarakat kita lakukan menghalalkan segala cara. Apalagi dikalangan pelajar, menghadapi ujian baik itu ujian akhir, ujian tengah semester maupun ujian yang lainnya dilakukannya dengan menyontek kepada temannya atau sudah menyiapkan kunci jawabannya terlebih dahulu. Itu semua adalah hal yang sia-sia percayalah pada kemampuan diri sendiri.

Ujian yang Alloh berikan sesungguhnya Alloh ingin tahu kadar keimanan seorang hambanya, kalau hamba tersebut dapat melawatinya dengan baik maka hamba tersebut pantas mendapatkan kasih sayang Alloh. Ujian yang Alloh berikan juga bentuk rasa sayang Alloh kepada hambanya karena dengan ujian yang ALloh berikan maka Alloh akan menaikkan derajat hambanya di sisi tuhannya.
Oleh sebab itu jika diberikan ujian oleh Alloh janganlah mengeluh, putus asa, tapi tetaplah optimis serta yakin bahwa kita bisa melewati ujian tersebut.
Demikianlah, semoga bermanfaat
Wassalamuaalikum warohmatullohi wabarokaatuhu.








4.      SEJARAH KABUPATEN BEKASI
Dalam catatan sejarah, nama "Bekasi" memiliki arti dan nilai sejarah yang khas. Menurut Poerbatjaraka, seorang ahli bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno - Asal mula kata Bekasi, secara filosofis, berasal  dari kata Chandrabhaga. Chandra berarti "bulan" (dalam bahasa Jawa Kuno, sama  dengan kata Sasi) dan Bhaga berarti "bagian". Jadi, secara etimologis kata  Chandrabhaga  berarti  bagian dari bulan.

Kata Chandrabhaga berubah menjadi  Bhagasasi  yang pengucapannya  sering disingkat  menjadi  Bhagasi. Kata Bhagasi ini dalam pelafalan bahasa Belanda seringkali ditulis  "Bacassie" kemudian berubah menjadi  Bekasi  hingga kini. Bekasi dikenal sebagai "Bumi Patriot", yakni sebuah daerah yang dijaga oleh para pembela tanah air. Mereka berjuang disini sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan negeri tercinta dan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Ballada kepahlawanan tersebut tertulis dengan jelas dalam setiap bait guratan puisi heroik Pujangga Besar Chairil Anwar yang berjudul "Krawang - Bekasi". Kini, Kabupaten Bekasi di usianya yang ke-57 tahun, banyak perubahan yang telah terjadi dari masa ke masa.

Sejarah terbentuknya Kabupaten Bekasi dimulai dengan dibentuknya "Panitia Amanat Rakyat Bekasi" yang dipelopori R. Supardi, M. Hasibuan, KH. Noer Alie, Namin, Aminudin dan Marzuki Urmaini, yang menentang keberadaan RIS- Pasundan dan menuntut berdirinya kembali Negara Kesatuan RI. Selanjutnya diadakan Rapat Raksasa di Alun-alun Bekasi yang dihadiri oleh sekitar 40.000 orang rakyat Bekasi pada tanggal 17 Pebruari 1950. Menyampaikan tuntutan Rakyat Bekasi yang berbunyi :
 (1) Penyerahan  kekuasaan Pemerintah Federal kepada Republik Indonesia,
(2) Pengembalian seluruh Jawa Barat kepada Negara Republik Indonesia,
(3) Tidak mengakui lagi adanya  pemerintahan di daerah Bekasi, selain Pemerintahan Republik Indonesia,
 (4) Menuntut kepada Pemerintah agar nama
Kabupaten Jatinegara diganti menjadi Kabupaten Bekasi. Upaya para pemimpin Panitia Amanat Rakyat Bekasi untuk memperoleh dukungan dari berbagai pihak terus dilakukan. Diantaranya mendekati  para pemimpin Masjumi, tokoh militer Mayor Lukas Kustaryo dan Moh. Moefreini Mukmin) di Jakarta. Pengajuan usul dilakukan tiga kali antara bulan Pebruari sampai dengan bulan Juni 1950 hingga akhirnya setelah dibicarakan dengan DPR RIS, dan Mohammad Hatta menyetujuim penggantian nama  "Kabupaten Jatinegara"  menjadi  "Kabupaten Bekasi  ". Persetujuan pembentukan Kabupaten Bekasi semakin kuat setelah dikeluarkannya Undang-undang No. 14 Tahun 1950. Kabupaten Bekasi secara resmi dibentuk dan ditetapkan tanggal 15 Agustus 1950 sebagai Hari Jadi Kabupaten Bekasi. Selanjutnya pada tanggal 2 April 1960 Pusat Pemda Bekasi semula dipusatkan di Jatinegara (sekarang Markas Kodim 0505 Jayakarta, Jakarta) dipindahkan ke gedung baru Mustika Pura Kantor Pemda Bekasi yang terletak diBekasi Kaum JI. Jr. H. Juanda.



Secara geografis Kabupaten Bekasi berada diantara :
     - Sebelah Utara : berbatasan dengan Laut Jawa
     - Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kabupaten Bogor
     - Sebelah Barat : berbatasan dengan DKI Jakarta dan Kota Bekasi
     - Sebelah Timur : berbatasan dengan Kabupaten Karawang
Kabupaten Bekasi memiliki luas wilayah 1.484,37 Km

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA2WcxZACgfJf9dq6Oft5x9KrSg_vRSmZldNbwIMohRRRnhY_jhoIkxgMuvcjBEZYoiukVo4ke9Qzuh1AHhTix_dx0KMDGaC4SoNAxxp_8OKRAIiIa31q0YG6J_8porcu8-OsNAewml49_/s320/00333peta+kab+bekasi+23+kecamatan+%25281%2529.jpg

Gb. Peta wilayah Kabupaten Bekasi

·         jumlah penduduk
            hingga tahun 2007 sebanyak 2,7 juta jiwa, sehingga kepadatan penduduk di Kabupaten Bekasi             
            sebesar 6465 jiwa/Km.
·         Visi dan Misi
 a. Visi
         Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi No: 33 Tahun 2001 dengan memperhatikan Visi Pembangunan Nasional  dan Visi Provinsi Jawa Barat, Visi Kabupaten Bekasi adalah : “Manusia Unggul yang Agamis berbasis Agribisbis dan Industri Berkelanjutan”  
    
b. Misi      
         1. Meningkatkan kualitas manusia yang sehat, pinter, dan bener 
         2. Meningkatkan profesionalisme institusi Pemerintah Daerah, DPRD, dan Masyarakat.
         3. Mendorong terciptanya masyarakat berbudaya, demokratis, dan agamis
         4. Memberdayakan usaha kecil, menengah, dan besar yang berbasis pada ekonomi kerakyatan
         5. Menegakkan supremasi hukum dan ketertiban
         6. Mengembangkan prasarana dan sarana publik secara terpadu
         7. Mengharmonisasikan tata ruang yang berbasis kepedulian terhadap lingkungan
















5.      PERBEDAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Orang tua dari suku jawabanyak yang memberi nama anaknya dengan awalan Su atau Soe, dengan harapan anaknya akan bernasib baik, maju dan sejahtera, karena Su itu berarti baik. Maksudnya agar anaknya tersebut baik segala-galanya. Dari banyaknya nama-nama dengan awalan Su/Soe, yang kemudian berhasil dan menjadi sangat terkenal dan hebat adalah Soekarno (Presiden RI pertama), Soeharto (Presiden RI kedua) dan Susilo Bambang Yudhoyono (incumbent).

Ir. Soekarno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901, wafat di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun. Jenderal Besar TNI Purn. Haji Moehammad Soeharto, lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta  8 Juni 1921, wafat di Jakarta 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun. Jenderal. TNI (Purn) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur  9 September 1949, umur 60 tahun, kini masih menjabat dan kembali terpilih sebagai presiden untuk periode 2009-2014.

Apa kehebatan para pemimpin itu? Bung Karno telah mampu menunjukkan dan memperkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah sebuah negara besar, berdaulat dengan konsep demokrasinya yang mempunyai keinginan terciptanya perdamaian dunia, dengan politik bebas aktif. Presiden yang mempunyai kharisma dan sebagai orator tingkat dunia dan diakui sebagai salah satu tokoh pemimpin Asia, Afrika dan Amerika Latin. Beliau adalah Bapak Proklamasi kemerdekaan RI, itulah torehan sejarahnya.

Pada saat operasi pembebasan Irian Barat, dunia mengetahui bahwa Indonesia mempunyai kekuatan Darat dan kekuatan laut besar, mempunyai kapal induk. Kekuatan udara kita saat itu termasuk yang paling modern di kawasan Asia Tenggara. TNI AU (AURI) dilengkapi dengan pesawat tempur MIG 15, MIG 17, MIG 19, MIG 21, dan pembom menengah IL-28. Negara-negara tetangga merasa takut dan tidak aman karena AURI mempunyai pesawat pembom jarak jauh TU-16 yang dapat mencapai kota-kota di Australia dan kota-kota dikawasan Asia Tenggara. Presiden Soekarno dengan diplomasinya mampu menjadikan  Indonesia menjadi negara yang disegani dan ditakuti negara-negara sekeliling.
Presiden kedua Jenderal Besar H.M. Soeharto mampu membangun perekonomian Indonesia, pada tahun 1970 Indonesia adalah negara pengimpor beras terbesar didunia, tapi pada tahun 1984 negara yang dipimpinnya berhasil berswasembada pangan. Pak Harto berhasil membangun dibidang Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Hankam yang ditata selama 32 tahun masa jabatannya, sehingga diberi gelar "Bapak Pembangunan". Program pendidikan, kesehatan masyarakat, posyandu, pembatasan kelahiran,  dinilai sangat berhasil. Pak Harto menjadi salah satu pendiri Asean, menempatkan Indonesia sebagai Negara yang disegani didunia internasional. Tokoh terkemuka dikawasan Asia Tenggara.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah sosok Jenderal yang mampu menempatkan diri sebagai demokrat sejati sesuai dengan kehendak dan semangat reformasi. Menata Negara ini dalam masa transisi pelaksanaan demokrasi, berhadapan dengan mental korupsi pejabat yang masih merajalela. Dibidang ekonomi  mampu menjaga negara dari  imbas sulitnya perekonomian global. Mampu mengatur ritme antara lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Mampu mengatur keseimbangan koalisi parpol.  Mampu membawa Indonesia dalam pergaulan internasional hingga lebih berperan dan dihargai, termasuk dalam forum PBB. Presiden kita yang satu ini bertekad keras memberantas korupsi. Itulah kira-kira keberhasilan ketiga presiden kita.

Akhir Yang Tidak Baik
Kita tahu bahwa akhir hidup Bung Karno dan Pak Harto pada akhir hayatnya tidak baik. Presiden pertama, Bung Karno saat sakit setelah kejatuhannya katanya sulit mencari dokter, diasingkan, wafat dalam kondisi yang kurang baik. Masalah politik yang membelit Bung Karno sulit dan memerlukan waktu yang lama untuk terselesaikan. Waktu berjalan juga akhirnya yang mampu menaikkan kembali kehormatan Bung Karno, bahkan kemudian putrinya Megawati, menjadi salah satu Presiden RI.
Hal yang sama terjadi kepada Su/Soe kedua, Pak Harto hingga saat akhirnya masih dicerca, didemo oleh mereka yang masih merasa sakit hati dan dendam. Persoalan hukum masih juga belum selesai, masalah Yayasan-yayasan yang didirikannya masih dalam tuntutan kasus perdata. Ada masalah hukum yang masih membelit dan tersisa pada putra dan keluarganya. Hingga kini belum ada kata putus terhadap nasib pengadilan/keadilan almarhum.
Kenapa nasib kedua pemimpin Su/Soe pertama dan kedua tersebut menjadi tragis seperti itu? Ini diantaranya karena lamanya beliau menduduki jabatan sebagai Presiden. Sebagai manusia biasa, jelas manusia tidak sempurna, beberapa keputusan yang pada awalnya baik, akhirnya menggelincirkannya. Bung Karno dengan Nasakom, menempatkan tuduhan lebih pro kepada kelompok komunis, pada saat peristiwa G30S/PKI, beliau sebagai presiden menjadi orang yang disalahkan. Pak Harto, dengan kebijakan stabilitas keamanan, stabilitas ekonomi dan pemerataan pembangunan, dalam pelaksanaannya akhirnya  terlibat dengan ekseseksesnya, kemudian  dituntut bertanggung jawab, juga sebagai presiden.

Kelemahan dan kerawanan kedua pemimpin besar diatas disebabkan kurangnya kewaspadaan keduanya saat berada dipuncak. Informasi yang diterima beliau sebagai pimpinan nasional ternyata tidak seakurat dengan perkembangan situasi  lapangan. Dengan demikian, maka keputusan yang diambilnyapun menjadi tidak tepat dan merugikannya. Apa pelajaran terbaik yang dapat dipetik dari kasus tersebut?. Ternyata para “inner circle” dan pembantunya yang justru membuat keduanya jatuh. Secara tidak sadar telah terjadi kompartmentasi terhadap beliau berdua. Besar kemungkinan kedua pemimpin besar tersebut masuk dalam killing ground dari konspirasi global, yang dalam ilmu intelijen disebut conditioning.
Bagaimana dengan pemimpin 'Su/Soe' ketiga yang kita miliki? Pak SBY menjadi presiden dalam masa transisi demokrasi yang sulit. Presiden SBY harus menghadapi kekuasaan kelompok kepentingan (cenderung berwawasan politik) dan hegemoni elit (berkait dengan ketahanan ekonomi). Kedua kelompok ini bersama beberapa pejabat banyak yang terlibat korupsi dengan memanfaatkan jabatannya. Dibutuhkan ketegaran menghadapi beberapa kelompok kepentingan tersebut yang sulit diharapkan kesetiaannya kepada beliau dan negara. Yang dihadapinya adalah kepentingan individu dan kelompok. Belum lagi tantangan dan ancaman globalisasi dan menyebarnya faham dan pengaruh neo liberalisme, yang mengagungkan kapitalisme sebagai jalan keluar dari kesulitan bangsa kita.
Untuk menghindari terjadinya kasus seperti kedua pemimpin besar diatas, diperlukan kewaspadaan justru pada saat beliau masih menjabat. Presiden SBY bisa menjadi sasaran tembak banyak pihak, bisa dimanfaatkan, bisa dibuai, bisa dijerumuskan, dan akhirnya bisa dikorbankan oleh kelompok-kelompok oportunis ataupun mungkin kembali konspirasi global akan ikut bermain. Dibutuhkan data yang akurat, analisa yang komprehensif, obyektif, jujur dan jernih untuk mengantisipasi dan mengamankan baik diri dan negara yang dipimpinnya. Tanpa pikiran prejudice, kalau mau berkata jujur, banyak orang kita yang sangat baik dan terlihat sangat mengabdi kepada pejabat selama dia menjabat...tapi akan mensia-siakan begitu dia posisinya lemah atau kalau sudah turun dari jabatannya. Memang sulit mencari mereka yang benar-benar setia dinegara ini. Dalam keadaan bahaya biasanya merekalah yang pertama menyelamatkan dirinya, meninggalkan si pemimpin dikeroyok orang banyak. Sejarah telah mencatat kasus-kasus seperti itu.

Itulah sepenggal nama kisah 'Su/Soe' , yang artinya baik, tapi ternyata dua orang pemimpin nasional Indonesia yang hebat dan sangat dihormati tadinya, diakhir hayatnya justru berakhir kurang baik. Kini kita akan melihat pemimpin besar Su ketiga, apakah akan berakhir baik? Semoga saja. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan kembali memimpin bangsa ini dalam lima tahun kedepan. Dibutuhkan kerja keras dan kewaspadaan tinggi, agar torehan sejarah terhadap dirinya baik dan tidak ternoda. Memang berat memimpin bangsa yang sedang berkembang dan sangat dinamis ini, banyak "raja tega" didalamnya. Dengan dukungan rakyat yang demikian besar, kiranya Pak SBY akan sulit didikte oleh kekuatan politik manapun. Kita doakan agar beliau berhasil membawa bangsa ini menuju cita-cita luhur bangsa ini, masyarakat yang adil dan makmur. Amin.


6.      SHOLAT SUNNAH JENAZAH
Alloh telah mengingatkan manusia tentang kematian dan taubat dari segala dosa di dalam AL-Qur’an Surat Ali Imron ayat 185 :
Artinya : “Tiap-tiap yang bernyawa itu akan merasakan mati, sesungguhnya pahala kamu akan di sempurnakan di akhirat.”
Begitu juga Rosululloh dalam sabdanya mengingatkan kita tentang kematian. Yang artinya :
“dari Abu Hurairah berkata : Nabi SAW berkata : “Perbanyaklah kalian mengingat mati.” (Riwayat Tirmidzi dan disahkan oleh Ibnu Hibban)
Sholat jenazah adalah sholat yang harus dilakukan oleh seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim yang mneinggal dunia. Secara hukum, jenazah mempunyai empat hak dari mereka yang masih hidup yakni : memandikannya, mengkafankannya, mensholatkannya serta menguburkannya. Sholat jenazah merupakan ucapan do’a menjelang jenazah dikuburkan. Ada ikhtilaf ulama tentang berapa jumlah takbir dalam sholat jenazah. Menurut Jumhur Ulama Ahlussunnah Waljamaah, sholat jenazah dilakukan dengan empat kali takbir, tanpa rukuk, sujud, duduk tasyahud.
Dasar pendapat Jumhur Ulama Ahlussunnah Waljamaah adalah hadist yabng diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim serta ijtamak para sahabat dalam pelaksanaan. Disamping itu dalam sebuah hadist dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Al Hakim dikatakan bahwa : “Sholat jenazah yang terakhir kali dilaksanakan oleh Rosululloh SAW adalah empat kali takbir.”
Hukum
Merupakan kesepakatan Ulama, bahwa sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah, yakni kewajiban bagi segenap umat muslim, namun cukup dipenuhi oleh sebagian dari mereka, sehingga kalaupun hanya satu atau dua orang saja yang melakukannya, maka kewajiban itu telah dapat terpenuhidan gugur kewajiban untuk mukallaf yang lainnya, artinya mereka terlepas dari ancaman dosa, namun tidak memperoleh pahala, karena tidak melakukan apa-apa. Kesimpulan hukumnya sebagaimana Rosulloh SAW bersabda : “Rosululloh SAW mendatangi seorang laki-laki yang baru meninggal, lalu menyuruh umat Islam yang ada ‘Sholatkanlah saudaramu itu.” (HR Bukhori dari Abu Hurairah).
Hal-hal yang dilakukan ketika seorang manusia meninggal :
1.      Dipejamkan(ditutup) matanya.
2.      Ditutup seluruh badannya dengan kain, supaya tertutup auratnya.
3.      Ahli mayat yang mampu hendaknya segera membayar hutang si mayat jika ia berhutang.
Cara Pelaksanaan
Sebelum Sholat dilaksanakan, ada beberapa persyaratan baik bagi jenazah maupun yang menyolatkan yaitu :
1.      Jenazah itu beragama Islam
2.      Jasad mayat itu ada di tempat.
3.      Hendaklah jenazah tersebut ada di hadapan orang-orang yang menyalatkan.
4.      Jenazah itu diketahui secara pasti bahwa dia pernah hidup.
5.      Jenazah itu suci, yakni sebelum disholatkan telah di mandikan terlebih dahulu dan dikafankan.
6.      Jenazah meninggal bukan syahid.
Adpun persyaratan orang yang akan melakukan Sholat jenazah sama dengan persyaratan-pelaksanaan Sholat-sholat lainnya yaitu :
1.      Beragama Islam
2.      Berakal
3.      Mumayyiz(dapat membedakan yang baik dan buruk).
4.      Menutup Aurat
5.      Suci dari Hadas besar dan Kecil, serta suci badan, pakaian dan tempat sholat dari najis
6.      Menghadap kiblat
Niat Sholat Jenazah
Jenazah itu Pria : “Ussholli alaa haazal mayyiti arba’a takbirotin fardol kifayah Ma’muman Lillaitaala.”
Jenazah itu Wanita : “Ussholli alaa haazal mayyitati arba’a takbirotin fardol kifayah Ma’muman Llillaitaala .”
Keterangan : Untuk jenazah pria itu mayyiti. Sedangkan untuk wanita mayyitati. Untuk Imam Sholat Imaman Lillaitaala. Untuk Makmum Sholat Makmuman Lillaiitaala.








1.      KIAT-KIAT AGAR TIDAK MALAS SHOLAT
Sholat adalah kewajiban bagi seorang muslim yang telah baligh, berakal, dan diberikan kemampuan lainnya. Sholat termasuk dalam rukun islam, yakni rukun islam yang ke 2 setelah mengucapkan syahadat. Artinya, bagi seorang muslim hukumnya wajib untuk melakukan sholat senang tidak senang, mau tidak mau, suka tidak suka.
Sholat juga termasuk tiang agama Islam. Seperti yang digambarkan dalam salah satu hadist : “Sholat itu tiang agama, siapa orang yang melaksanakan sholat maka ia menegakkan tiang agamanya dan siapa orang yang meninggalkan sholat, maka ia meruntuhkan tiang agamanya.” Betapa pentingnya sholat buat kehidupan kita untuk kita jalankan dengan sebaik-baiknya.
Akan tetapi dalam perakteknya atau faktanya masih banyak disekitar kita yang menyepelehkan sholat dengan cara menunda-nunda sholat dengan sholat tidak tepat waktu yang pada akhirnya terkadamg malah kita jadi tidak melaksanakan sholat. Lantas bagaimana caranya agar kita tidak malas untuk sholat ? berikut ini ada beberapa tips untuk menghilangkan rasa malas untuk melaksanakan sholat :
1.      Niat
Kenapa perlu niat ? Sebab, dalam hadist dikatakan segala perbuatan tergantung kepada niatnya. Niatkan pada diri masing-masing untuk selalu sholat tepat waktu. Bersungguh-sungguhlah dalam melawan rasa malas yang ada dalam diri masing-masing. Jangan sampai rasa malas menguasai diri kita. Sebab, malas sifat yang tidak disukai oleh Alloh.
2.      Biasakanlah Sholat Berjamaah
Seperti yang diketahui sholat berjamaah pahala/ganjarannya lebih banyak dibandingkan sholat secara munfarid(sendiri-sendiri) yakni, 27 derajad. Sedangkan, sholat secara munfarid hanya 2 derajad, artinya ada suatu perbedaan yakni 25 derajad. Walau pada awalnya terasa berat, tapi kalau sudah dibiasakan akan terasa ringan bahkan akan merasa rugi bila meninggalkannya. Apalagi bagi seorang pria sudah suatu kewajiban untuk melaksanakannya di masjid/mushola terdekat.
3.      Kontrol Diri
Jika rasa malas itu datang menggrogoti kita, lawan saja. Ingat kewajiban kita sebagai seorang muslim, ingatlah balasan/azab Alloh terhadap orang-orang yang meninggalkan sholat. Di akhirat kelak, amalan yang akan pertama kali akan dihisab/dilihat adalah sholat. Bila sholat seorang muslim itu baik, maka insya Alloh amalan yang lainnya baik dan bilamana buruk, maka kemungkinan amalan yang lainnya ikut menjadi buruk. Naudzubillahiminzalik …..
4.      Jangan Suka Menunda-Nunda
Salah satu penyebab malasnya melaksanakan sholat adalah suka menunda-nunda. Seharusnya jika adzan telah terdengar berkumandang, segeralah berwudhu, bersiap untuk sholat dan tinggalkanlah aktifitas kita saat itu, penuhi panggilan Alloh sang pemilik jagad raya. Ini memang terasa berat untuk dilakukan, tapi kalau kita tidak berusaha melawannya, maka kita akan terus digerogoti rasa malas yang pada akhirnya akan merugikan kita.
5.      Komitmen
Komitmen terhadap diri sendiri sangat diperlukan dalam melaksanakan sholat. Sebab, sholat itu sebuah kewajiban dan kewajiban itu dibutuhkan komitmen yang kuat. Lakukan sholat secara terus menerus, lakukan jangan yang wajib saja, tetapi yang sunnahnya juga. Dengan demikian akan terasa ringan untuk kita dalam melaksankan sholat sehingga kita menganggap sholat itu sebagai kebutuhan bukan sebagai kewajiban. Rasa malas itu bisa datang kepada siapa saja, untuk itu lawan lah rasa malas tersebut.

Tergantung bagaimana kita bisa menyikapinya. Yang terpenting adalah niat, usaha, kemauan, komitmen, untuk melaksanakan sholat 5 waktu dengan tepat waktu dan dengan berjamaah.
Sholat juga bisa menunjukkan karaktek yang sebenarnya bagi seorang muslim. Sebagai contoh : bila kita melaksanakan sholat dengan tepat waktu, berarti telah menunjukkan bahwa kita orang yang disiplin dan mempunyai komitmen terhadap diri sendiri dan terhadap sebuah kewajiban.
Tetapi, jika kita gemar menunda-nunda sholat dan pada akhirnya justru kita malah jadi tidak sholat, itu telah menunjukkan karakter serta kepribadian diri kita bahwa diri kita adalah seorang pemalas serta tidak mempunyai komitmen bagi suatu kewajiban. Orang yang tidak mempunyai komitmen akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Sebab, yang dibutuhkan orang lain itu adalah komitmen yang kita miliki.
Subhanalloh…..
Semoga Alloh memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya, agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi kepada Alloh. Aamiin. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dunia akhirat.

Saya juga menyadari banyak kekurangan di dalam tulisan ini dan yang menulis ini juga masih berusaha melawan rasa malas untuk melakukan sholat. Bila ada kekurangan, kesalahan mohon di maafkan. Bila ada kelebihan, kesempurnaan datangnya dari Alloh. Sebab, manusia itu tempatnya salah dan khilaf jadi mohon dimaafkan. Kesempurnaan hanyalah milik Alloh Subhanahu wataala.

Wasaalammualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuuh.
Alfaqir
Rizky Pahlevi

















2.      KIAT-KIAT SHOLAT KHUSYU

Setelah di tulisan pertama saya menulis tentang tips melawan rasa malas untuk melaksanakan sholat, kali ini saya akan berbagi tips agar sholat kita menjadi khusyu. Sebab, dengan khusyu dalam sholat yang kita lakukan menggambarkan sebuah keihklasan dalam melaksanakannya. Sebab, sebanyak apapun ibadah yang kita lakukan kalau tidak ikhlas ditolak oleh Alloh Subhanhu Wataala.
Berikut ini adalah beberapa kiat agar sholat kita menjadi khusyu
1.      Menghadirkan Hati
Maksud menghadirkan hati di sini adalah di saat kita sedang sholat di saat itu kita sedang bermunajat minta kepada Alloh yang menghidupkan dan mematikan kita, berdiri menghadapa sang maha kuasa, berdialog tanpa ada batasan apapun. Maka, dalam keadaan seperti itu yakinlah bahwa Alloh sedang melihat, mengawasi gerak-gerik sholat kita. Benarkah sholat kita ? dengan bacaan yang benar atau penuh dengan kesalahan dan lain sebagainya.
Maka alangkah bodohnya kita, jika sedang berhadapan langsung seperti itu, kita tidak merasa takut dan bergetar dengan keberadaannya dihadapan kita. Naudzubillahiminzalik… semoga kita dapat menghadirkan hati ketika sedang sholat.
2.      Anggaplah Sholat yang Terakhir
Agar Sholat yang kita lakukan menjadi khusyu, berusahalah menganggap bahwa sholat yang sedang kita lakukan itu adalah sholat yang terakhir kita lakukan. Karena bisa jadi setelah kita melakukan sholat, Alloh mengutus malaikat izrail mencabut nyawa kita. Atau anggaplah, ketika kita sedang berwudhu malaikat maut datang kepada kita memberi tau bahwa wudhu yang kita lakukan adalah wudhu yang terakhir kita di dunia, sholat yang kita lakukan adalah sholat yang terakhir untuk kita di dunia.
Subhanalloh….. bagaimanakah sholat kita saat itu ? Sholat penuh dengan kekhusyuan atau dengan main-main ? pastinya kita akan melaksanakan sholat dengan penuh kekhusyuan, keikhlasan serta penuh pengharapan ridho dari Alloh Subhanahu Wataala.


3.      Tuma’ninah dan Tidak Tergesa-Gesa dalam Sholat
Tuma’ninah atau dalam keadaan sholat dan tidak tergesa-gesa sangat dibutuhkan untuk membantu agar sholat kita menjadi khusyu. Sebab, dengan ketenangan kita akan menjadi fokus dalam bacaan dan gerakan ketika melaksanakan sholat. Oleh karena itu sebelum kita bertakbir sebagai tanda dimulainya sholat, hilangkanlah perkara duniawi yang bisa mengganggu fokus kita dalam sholat. Dan alihkan konsentrasi kita dalam sholat yang sedang kita kerjakan.
4.      Memahami isi Bacaan Sholat
Memahami isi bacaan sholat ini merupakan salah satu cara untuk membantu sholat kita menjadi khusyu. Betapa banyak orang yang hafal bacaan dan gerakan sholat, tapi tidak bisa memahami isi dari bacaan sholat yang dimulai dengan takbirotul ihram dan di akhiri dengan salam.
Silahkan menghafal bacaan sholat, tapi ada baiknya kita juga memahami akan bacaan sholat yang kita lakukan sehingga pemahaman kita akan bacaan sholat semakin bertambah dan membuat hati serta pikiran kita menjadi tenang. Sebab, di dalam sholat itu ada bacaan Qur’annya.
5.      Tartil dan Memperbagus Bacaan Qur’an ketika Sholat
Salah satu rukun dalam sholat adalah membaca surat Al Fatihah. Surat Al Fatihah merupakan bacaan Qur’an. Dan sudah sepantasnya kita memperbagus bacaan Qur’an kita dengan mempelajari tajwid serta mahrajnya. Sebab, dijelaskan oleh para ulama bilamana rusak bacaan fatihah kita, maka rusak juga sholat kita. Oleh karena itu perhatikanlah bacaan Qur’an kita agar sholat kita tidak sia-sia. Apalagi bagi seorang imam, memperbagus bacaan Qur’an suatu kewajiban/keharusan. Dengan memperbagus bacaan Qur’an kita membuat sholat yang kita lakukan menjadi tenang, penuh kekhusyuan serta keihklasan.
6.      Arahkan Pandangan Hanya ke Tempat Sujud
Usahakan ketika kita Sholat arahkan pandangan kita dari awal hanya ke tempat sujud. Tidak menengok ke atas, ke samping apalagi sampai ke belakang karena itu dapat membatalkan sholat kita serta mengganggu jamaah yang lainnya. Apalagi sampai merubah posisi badan, itu dapat merusak sholat karena merubah arah kiblat.


7.      Hindari Segala hal yang Menyibukkan ketika Sholat
Maksudnya adalah sebelum sholat dimulai usahakan untuk mematikan telepon genggam dulu atau menggetarkannya, memakai pakaian yang bersih dan rapih, memakai wewangian agar tidak mengganggu kita maupun jamaah yang lainnya.

Demikian beberapa cara atau kiat-kiat agar sholat kita menjadi khusyu. Semoga kita dapat mengamalkannya sehingga sholat kita menjadi khusyu. Saya pun juga masih belajar agar sholat saya menjadi khusyu. Semoga ada manfaatnya dunia akhirat. Aamiin……
 Tentunya masih banyak kekurangan di sana-sini, jadi mohon dimaafkan.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Alfaqir
Rizky Pahlevi

















3.      GEMBIRA MENYAMBUT ROMADHON

Kurang dari 2 pekan lagi kita akan menyambut bulan suci Romadhon. Bulan yang di dalamnya penuh keberkahan, bulan yang di dalamnya penuh dengan kasih sayang Alloh, bulan yang di dalamnya penuh dengan ampunan Alloh, bulan yang di dalamnya penuh peristiwa sejarah buat agama islam maupun NKRI serta bulan yang saya pribadi mengatakannya bulan ladang pahala.

Kenapa dikatakan bulan penuh sejarah ?
Kita tau salah satu peristiwa terbesar bagi agama Islam adalah diturunkannya Al Qur’an oleh Alloh kepada Nabi Muhammad dengan perantara malaikat Jibril AS yang dijadikan pedoman bagi umat Islam terjadi di bulan suci Ramadhan tepatnya tanggal 17 Ramadhan tahun gajah. Mangkanya kita sering menyebutnya Nuzulul Qur’an. Dan bagi NKRI sendiri salah satu peristiwa yang bersejarah adalah kemerdekaan Negara Indonesia didapat oleh para pejuang kita dari tentara sekutu terjadi di bulan Ramadhan tepatnya tanggal 17 Agustus tahun 1945. Artinya, ada kesamaan di sini yakni antara turunnya Qur’an dengan kemerdekaan RI, yakni sama-sama tanggal 17 serta sama-sama terjadi di bulan suci Ramadhan. Semoga dengan persamaan ini Negara kita dijadikan Negara yang Baldatun Toyyibatun Warobbun Gofuur.

Kenapa saya katakan bulan ladang pahala ?
Karena, dalam bulan suci Ramadhan banyak sekali keistimewaan maupun keutamaan yang ada. Di antaranya : bau mulut orang yang berpuasa seperti minyak wangi kasturi. Tidurnya orang berpuasa diberikan pahala oleh Alloh. Tetapi, jangan mentang-mentang dapat pahala lantas membuat kita tidur terus mulai subuh sampai menjelang maghrib. Kalau itu kita lakukan akan sia-sia puasa kita sebab, pahalanya berkurang. Serta keistimewaan yang lainnya adalah ibadah yang dilakukan penuh dengan keihlasan, tanpa paksaan, penuh dengan keimanan dan pengharapan ridho Alloh kalau kita lakukan di bulan Romadhon pahalanya dilipatgandakan oleh Alloh. Ibadah wajib dilipatgandakan jadi 70 kali lipat. Ibadah sunnah dilipatgandakan seperti ibadah wajib ganjarannya. Betapa istimewanya bulan Romadhon. Masya Alloh….

Bagaimana Perasaan Kita dengan Kedatangan Bulan Romadhon ?
Apakah kit senang, gembira, suka ? atau justru sebaliknya kita jadi tidak senang, gembira, suka akan kedatangan bulan Romadhon ? nauzubillahiminzalik… semoga kita tidak seperti itu.
Padahal ada hadist nabi yang mengatakan :
“Siapa orang yang gembira akan kedatangan bulan suci Romadhon, diharamkan jasadnya menyentuh api neraka.”
Berdasarkan hadist di atas sudah jelas bahwa kita baru senang, baru suka, baru gembira akan datangnya bulan romadhon sudah haram jasad kita ini menyentuh api neraka. Lantas senang, gembira, suka seperti apa yang diharamkan untuk menyentuh api neraka ? yakni senang, gembira, suka yang bukan sekedar ucapan lisan saja, tapi diyakini dalam hati penuh keimanan dan diimplementasikan dalam bentuk perbuatan.
Sebab, kalau sekedar ucapan lisan tanpa ada iman dalam hatinya, rasanya sulit untuk bisa buktikan dalam perbuatan.

Bagaimana Caranya Menunjukkan Perasaan Senang kita ?
Salah satu caranya dengan Bertaqorrub Illalloh, mendekatkan diri pada Alloh dengan memperbanyak amal soleh di bulan suci Romadhon. Wujudnya itu
Bisa dengan sholat 5 waktu berjamaah
Bisa dengan baca Qur’an
Bisa dengan membayar zakat
Bisa dengan bakti kepada orang tua
Bisa dengan memberikan hidangan orang yang puasa
Bisa dengan ibadah-ibadah sunnah yang lainnya
Serta masih banyak lagi perbuatan yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan kegembiraan kita akan kedatangannya bulan suci Romadhon.

Bekal apa kiranya yang kita persiakan untuk menghadapi kehidupan bulan suci Romadhon ?
Sebaik-baiknya bekal adalah takwa dan iman kita kepada Alloh. Kenapa takwa dan iman ? sebab hanya dengan takwalah yang dapat menyelamatkan kehidupan seorang hamba dunia akhirat. Sebab, perintah puasa hanya diwajibkan oleh Alloh bagi orang-orang yang beriman. Sesuai dengan firman Alloh dalam Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 183 :
“Hai Orang-Orang yang Beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertakwa.”

Semoga kita mampu dipertemukan oleh Alloh dengan bulan suci Romadhon yang sebentar lagi tiba, karena tidak ada yang bisa menjamin usia seseorang kecuali Alloh Subhanahu Wataala. Dan semoga kita mampu berpuasa di bulan Romadhon denga baik dan benar.

Demikian sedikit tulisan saya ini, semoga ada manfaatnya.
Wassalamualaikum warohmatullohi Wabarokaatuh.

Alfaqir
Rizky Pahlevi










4.      BELAJAR UNTUK MERAIH CITA-CITA

Setiap Manusia apapun profesinya saat ini baik dia seorang petani, pedagang, nelayan, guru, pelajar, masinis, nahkoda, pilot, menteri bahkan seorang presiden pasti ketika masa kecilnya mempunyai cita-cita yang ia ingin dapatkan ketika sudah menjadi besar.

Akan tetapi ketika sudah menjadi besar, terkadang cita-cita yang kita punyai tidak bisa kita dapatkan dan raih atau tidak sama dengan keputusan Alloh yang sudah ditetapkan untuk diri dan kehidupan kita. Tapi, percayalah bahwa itu yang terbaik untuk kita dan jangan pernah buruk sangka terhadap Alloh. Buruk sangka terhadap manusia saja dilarang, apalagi buruk sangka terhadap Alloh. Kalau kita perhatikan firman Alloh dalam Qur’an di ujung terakhir ayat 30 surat Al Baqoroh sudah jelas :
“Inni A’lamuma Laa Ta’lamuun.”
Sesungguhnya aku(kata Alloh) lebih mengetahui daripada apa yang kalian tidak ketahui.”

Kenapa cita yang kita punyai ketika kecil tidak bisa kita dapatkan ?
Karena usaha yang kita lakukan selama ini kurang maksimal, mudah menyerah serta selalu bersikap pesimisme terhadap hasil yang akan kita peroleh. Padahal dengan usaha yang keras, tak kenal lelah, pantang menyerah serta selalu bersikap yakin terhadap hasil yang kita peroleh insya Alloh hasilnya tidak akan mengecewakan kita. Alloh pun berfirman :
“Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum tersebutlah yang merubahnya.” Dan Rosul pun bersabda :
Manjadda Wajada : Siapa yang sungguh-sungguh, ia akan berhasil.

Melihat firman Alloh di atas serta hadist Rosululloh sudah jelas bagi kita bahwa kesungguhan, ketekunan, keseriusan akan membawa kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan. Jangan harap dengan kemalasan kita bisa mendapatkan apa yang kita cita-citakan. Sebab, Alloh tidak menyukai orang yang pemalas. Dan yakinlah terhadap usaha yang kita kerjakan. Lah kalau kita tidak yakin terhadap usaha yang kita lakukan bisa sukses ? bagaimana Alloh akan berikan kesuksesan kepada kita ? teruslah minta kepada Alloh dengan do’a yang kita panjatkan sebab kata Alloh : Mintalah kepadaku, niscaya akan kubakulkan permintaanmu.

Usaha apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan cita-cita kita ?
Yakni salah satunya dengan Belajar. Dalam Islam kewajiban belajar bukan sekedar diwajibkan untuk pelajar atau mahasiswa saja, tapi semua umat muslim sejak dilahirkan dari rahim perut ibunya sudah diwajibkan untuk belajar. Jangan mentang-mentang profesinya guru, dosen, kyai lantas sudah malas untuk belajar. Jangan sampai kita seperti itu.

Rosululloh bersabda dalam hadistnya :
“Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi muslim laki-laki maupun perempuan.”
( HR Ibnu Majah )
Kalau kita mempelajari proses kehidupan manusia tidak lepas dari kata belajar. Dari mulai lahir dari rahim perut ibu yang penuh perjuangan bahkan nyawa pun dipertaruhkan kita sudah disuruh belajar sampai kematian menjelang. Baru lahir kita diazankan oleh ayah kita di telinga kanan. Diiqomatkan di telinga kiri. Tujuannya apa? Yakni agar kita selalu mendengar kata-kata atau kalimat-kalimat yang baik yang bisa membawa kemanfaatan hidup dunia akhirat.

Masuk usia 5 bulan sampai 2 tahun si anak mulai belajar berangkang, berdiri, berbicara dan dipernalkan oh ini ayahnya, oh ini ibunya, oh ini kakaknya, oh ini kakek dan neneknya. Masuk usia 2 tahun sampai 5 tahun si anak belajar untuk tidak meminum asi lagi dan makannya pun sudah bubur .
Masuk usia 5 tahun si anak sudah dimasukkan kedalam pendidikan formal yakni taman kanak-kanak(TK), masuk usia 6 sampai 12 tahun dimasukkan ke sekolah dasar, masuk usia 12-15 tahun dimasukkan ke sekolah menengah pertama, masuk usia 15-17 tahun dimasukkan ke SMK atau ke SMA setelah iitu dimasukkan ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan ada orang tua yang menitipkan anaknya ke pesantren untuk dilatih kedisiplisanan dan kemandirian.
Masuk dunia kerja pun kita masih diwajibkan untuk belajar yakni mengikuti pelatihan kerja. Yang pada intinya kehidupan kita itu tidak terlepas dari Belajar. Sampai-sampai menjelang kematian kita diwajibkan belajar yakni, belajar mengcapkan kalimat tauhid : Laailaa Haillalloh Muhammadurrosululloh. Sebab, ada hadist nabi yang mengatakan : bekali orang mati dengan Laaila Haillalloh. Serta : Orang yang matinya mengucapkan kalimat tauhid maka matinya khusnul hotimah serta mendapatkan surganya Alloh Subhanahu Wataala.

Semoga di sisa usia kita ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya salah satunya dengan belajar. Inginkan dunia maka dengan ilmu, inginkan akhirat dengan ilmu, inginkan kedua-duanya harus dengan ilmu.
Semoga ada manfaatnya
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.
Alfaqir
Rizky Pahlevi











5.      KIAT MERAIH RIZQI BAROKAH

1.      Harta yang Diperoleh Bukan Hasil Riba
Mengembalikan uang yang dipinjam dengan jumlah yang lebih banyak, inilah untuk riba yang sering kita lihat di lingkungan masyarakat pada umumnya. Riba adalah salah satu hal yang menyesatkan manusia dan merupakan penutup pintu dalam mencari rizqi yang berkah.
Hati-hatilah dengan masalah riba ini. kelihatannya remeh dan sering tidak disadari. Namun dampaknya demikian luar biasa. Bukan hanya hilangnya berkah dalam rizqi yang diperoleh, namun efek negatifnya akan terus menguber sisa-sisa hidupnya. Baik ketika masih hidup di dunia maupun setelah berada di akhirat.

Jauh sebelum syari’at Islam diturunkan dengan sempurna, Alloh telah memberikan gambaran siksa bagi pelaku riba kepada Rosululloh SAW, yakni pada saat beliau di Mi’rajkan. Oleh Alloh digambarkan adanya beberapa orang yang disiksa didalam neraka. Perut mereka besar bagaikan rumah yang sebelumnya tidak pernah disaksikan Rosululloh SAW kemudian Alloh tempatkan orang-orang tersebut pada sebuah jalan yang tengah dilalui dan menyuguhkan sajian-sajian atau adegan kekerasan yang menakutkan masyarakat sehingga masyarakat merasa khawatir untuk menyimpan uang di rumahnya sendiri dan bergegas mendepositokan uangnya di Bank-bank milik mereka yang mengakibatkan keuntungan berlipat bagi mereka. Sistem pinjam-meminjam dengan bunga pun menjadi kebiasaan dan menjadi mustahil bila dilepaskan dari perbankan. Masyarakat tidak lagi memperhatikan mana yang halal dan mana yang haram. Riba telah dianggap sama dengan jual beli yang diperbolehkan menurut syariat.

Alloh berfirman :
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.”
(QS. Al Baqoroh:275)

2.      Merampas Hak Orang dengan Paksa, Menghilangkan Keberkahan Harta
Jauhilah mencari rizqi dengan cara melakukan perampasan hak milik orang lain. Misalnya : menodong, karena rizki hasil menodong bukanlah rizki yang barokah sebab cara yang digunakan adalah cara yang haram dengan menyebabkan kerugian atau menyakiti orang lain.
Mengapa Harus Begitu ?
Kejernihan hati seseorang, sangat mempengaruhi baik-buruk akhlaknya. Demikian pula seseorang yang mengutamakan hidup dengan kasih sayang. Apalagi jika di tambahkan dengan prinsip hidup untuk mencari rizki yag halal dan barokah untuk menghidupi diri dan keluarganya.

Melakukan perampasan hak orang lain dengan paksa, jelas sekali bahwa hal itu akan menghilangkan keberkahan rizkinya. Misalnya : seorang yang mempunyai profesi super buruk, seperti penodong, pencuri, pencopet, penipu dan pekerjaan sekelasnya yang ujung-ujungnya sangat merugikan orang lain. Hilangnya keberkahan perolehan rizki dengan cara seperti itu, adalah karena ketidak ikhlasan hati orang-orang yang teraniaya dengan perbuatannya itu.

Alloh Berfirman :
“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Alloh dan Rosulnya dan membuat kerusakan dimuka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau salib atau  dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka oleh siksaan yang besar.”
(QS Al Maidah : 33)

Al-Wahdi ra berkata : “Yang dimaksudkan dengan memerangi Alloh dan Rosulnya adalah bermaksiat dan tidak taat kepada Alloh dan Rosulnya.” Setiap orang yang membangkang kepadamu berarti memerangimu. Berupaya menimbulkan kerusakan di bumi. Artinya dengan cara membunuh, mencuri dan mengambil harta orang lain.

3.      Lidah yang Bersumpah Palsu Menyendatkan Rizki
Sumpah yang dulunya sangat diagungkan, disakralkan dan diperuntuhkan hanya untuk kebenaran saja, sekarang bagai barang rongsokan yang tak berguna. Bermain-main dengan sumpah adalah hal yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang, lebih-lebih bila menyangkut dalam urusan perut, maka sumpah palsu bagaikan ocehan anak kecil, yang bisa diucapkan setiap saat, tanpa memperdulikan dampaknya, baik dalam transaksi jual-beli, janji, berhutang, pangkat, jabatan dan kegiatan lainnya.

Betapa Sulitnya Mengendalikan Lidah
Menjaga lidah memang tidak semudah menjaga hewan peliharaan. Sangat sulit, karena ini berhubungan dengan hawa nafsu secara langsung. Hanya akal sehat dan kejernihan berfikir sajalah yang bisa mengendalikannya.
Karena ketidak sadaran itulah seringkali mencari rizki pun selalu dibumbui dengan aura sumpah-sumpah serapah penuh kepalsuan. Hal ini berawal dari ketidak jujuran yang sering dilakukan orang-orang saat ini, sehingga, akibatnya banyak orang yang tidak sadar jika telah melakukan kedustaan dan sumpah palsu.

Rosululloh SAW bersabda :
“Selamatnya manusia tergantung lisannya”
Hadist ini jelas menerangkan kepada kita hati-hatilah dalam menjaga lisan. Lisan memang tidak bertulang, tapi kalau sudah menyakiti perasaan orang lain sangat susah sekali dilupakan dan dimaafkan. Kalau sudah menyakiti perasaan seseorang, rasa sakitnya lebih tajam daripada pedang.
Semoga kita pandai menjaga lisan kita dalam berucap. Dan berucaplah kalimat yang baik-baik saja serta yang bermanfaat saja.




6.      KIAT SUKSES PUASA RAMADHAN
Kurang dari dua pekan lagi kita akan kedatangan bulan suci Ramadhan. Bulan yang hanya ada sekali dan waktu satu tahun. Tidak semua orang bisa merasakan puasa Ramadhan tahun ini dikarenakan telah di panggil oleh Alloh atau habis masa kontraknya hehehehe. Tetapi tidak sedikit juga orang yang bisa merasakan Puasa Ramadhan, tapi tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Puasa yang dilakukannya tidak berbekas, melainkan hanya rasa lapar dan haus saja. Sebagaimana telah diterangkan oleh Rosululloh dalam sabdanya :
“Dari Abi Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda; “berapa banyak orang yang berpuasa, mereka tidak mendapatkan sesuatu apapun dari puasanya, melainkan hanya lapar semata. Dan berapa banyak orang yang beribadah di malam hari, mereka tidak mendapatakan apapun dari ibadah yang di lakukannya melankan hanya sekedar terjaga malam.” (HR. Imam Ahmad)
Berkaca pada hadist di atas seharusnya menjadi pelajaran bagi kita, jangan sampai puasa yang kita lakukan tidak membekas, melainkan hanya rasa lapar dan haus saja. Kalau sampai itu terjadi betapa ruginya, tidak bisa memanfaatkan dengan baik dan benar. Karena, belum tentu tahun yang akan datang kita bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan.
Lantas bagaimana caranya agar puasa Ramadhan kita bisa membekas ? serta mendapatkan predikat yang bertakwa ?
Di bawah ini ada beberapa tips agar puasa kita sukses :
Pertama, sambutlah kedatangan bulan ramadhan ini dengan penuh suka cita,bergembira dan bersyukur.  Jangan sekali-kali kita sambut ramadhan  dengan kesedihan, kelesuan apalagi merasa terbebani, Karena apapun perasaanhati dan kondisi pikiran seseorang akan sangat mempengaruhi tindakan dan prilaku selanjutnya
Kedua, kenali dan kuasai dengan baik ajaran Islam tentang puasa serta amal ibadah lain di bulan ramadhan. Adapun diantara yang mesti kita pahami adalah  tentang syarat dan rukun puasa, pembatal-pembatal puasa, kesunahan dan kemakruhannya, factor-faktor yang meringankan seseorang  tidak berpuasa serta konsekwensinya, tuntunan salat tarawih, tata cara tadarrus, zakat fitrah dan lain sebagainya.
Saat ini, mempelajari materi-materi semacam ini, hemat penulis tidaklah terlalu sulit, bahkan boleh di bilang sangat mudah . Kita tidak harus masuk pondok pesantren dan menjadi santri  atau harus duduk kepenatan berjam-jam di majlis pengajian. Hanya duduk duduk manis di depan kumputer untuk meng-akses materi-materi tersebut  melalui jaringan internet, maka semua akan menjadi jelas. Karena  disana  “ Syekh Google” sudah siap melayani segala macam informasi yang kita butuhkan. Ini serius lho, bukankah media dan sumber belajar itu sangat banyak dan beragam. Toh kalau hasilnya masih meragukan, tanya sama pak ustadz atau Kiai.
 Dengan demikian, bergantung kemauan dan ketulusan hati kita.  Bersedia ngga’ diri kita untuk belajar dan berusaha mencapai kesempurnaan ramadhan. Minimal ada perubahan kearah yang lebih baik, lebih bermutu di banding tahun sebelumnya.
Ketiga, lakukan planning atau perencaan yang tepat, efesien dan efektif  untuk kegiatan-kegiatan ibadah yang akan kita laksanakan selama ramadhan. Buatlah jadwal dan aturlah sedemikian rupa kegiatan rutin kita. Misalnya jam berapa saya harus mengaji dan tadarrus al-Qur’an, jam sekian baca buku agama, kumpul dan buka bersama keluarga,  tarawih di mesjid atau mushalla ini, salat berjamah dll. Semua menu kegiatan harus terjadwal dngan rapi dan hendaknya secara istiqamah di jaga dan laksanakan.
Keempat, kurangi aktifitas –aktifitas yang masih memungkinkan untuk di kurangi bahkan kalau perlu di istirahatkan untuk sementara ramadhan. Hindari sebisa mungkin pekerjaan berat yang banyak menguras tenaga terutama di siang hari.  Pekerjaan tersebut jelas akan berpengaruh pada kondisi fisik saat beribadah Tarawih dan lainnya. Orang tua dulu sering mengajarkan petuah pada anaknya saat ramadhan tiba;
“ Nak, Ramadhan itu bulan ibadah, bulan taqarrub kepada Allah. Nikmati hasil usahamu selama 11 bulan kemaren sebagai bekal ibadah dibulan suci ini. Jangan sampai setahun penuh, usiamu  dihabiskan untuk urusan duniamu, minimal satu bulan ini kamu fokuskan untuk beramal”
Kelima, Jaga kondisi tubuh selama  berpuasa dengan cara mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan bervitamin yang di butuhkan tubuh agar tubuh senantiasa fit dan stabil.  Khususnya, di saat-saat berbuka dan sahur.
Keenam, buatlah  jangkar pertahanan puasa dengan menjaga lingkungan pergaulan, khususnya yang dapat merusak nilai pahala ibadah puasa kita. hindari senang bergerombol atau duduk-duduk di pinggir jalan atau ngerumpi yang tak jelas. Diriwayatkan oleh Anas ra, Rasulullah SAW bersabda;
“Ada lima perkara yang dapat merusak (pahala) puasa, yaitu: berdusta,menggunjing keburukan orang ,mengadu domda, sumpah palsu dan memandang dengan di sertai syahwat.”
Demikianlah beberapa kiat agar puasa Ramadhan kita bisa sukses. Yang terpenting dari itu adalah kita bukan sekedar membuat rencana saja, tapi lebih dari itu kita bisa benar-benar memanfaatkan kedatangan bulan suci Ramadhan dengan baik dan benar dalam rangka bertaqorrub ilalloh : mendekatkan diri kepada Alloh dengan memperbanyak amal soleh baik wajib maupun sunnah. Baik sifatnya hablum minalloh maupun hablum minannas.
Serta jangan sekali-kali kita bertindak yang merugikan, yakni yang hanya menghilangkan atau mengurangi pahala puasa kita. Oleh sebab itu, tetaplah berpegang teguh dalam agama Alloh yakni jangan sampai kita termakan oleh arus perubahan zaman di era modern ini.
Semoga kita diberikan kesempatan, diberikan pajang umur dalam taat, sehat walafiat untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya sehingga kita mendapatkan predikat laallakum tattaquuna. Sesuai dengan firman Alloh dalam Qur’an surat Al Baqoroh ayat 183.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita hidup dunia akhirat.
Bila ada kekurangan, kesalah mohon di maafkan. Bila ada kesempurnaan datangnya dari Alloh Subhanahu Wataala….
AL Faqir
Rizky Pahlevi ….